Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

JAKARTA – Manuver politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui safari ke Lampung dinilai mengindikasikan adanya pengkhianatan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai kehadiran Jokowi di Lampung, termasuk penerimaan gelar Baginda Pemuka Bangsa dari Keraton Keagungan Lampung, telah mengubah persepsi publik mengenai komitmennya dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo.

“Jelas safari politik Jokowi bermuatan politis. Bahkan, langkah itu justru mengganggu sinergi seluruh partai yang seharusnya berkonsentrasi mewujudkan kesejahteraan masyarakat bersama Presiden Prabowo,” ujar Efriza kepada RMOL, Selasa (30/6/2026).

Baca juga:  Buka Trofeo Mini Soccer, Ketua DPRK Banda Aceh Dukung Kegiatan Positif Anak Muda

Menurut Efriza, safari politik Jokowi yang juga dikaitkan dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjukkan sikap yang tidak etis terhadap Presiden Prabowo.

HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI

“Ia sudah purna tugas, sehingga tidak perlu lagi membangun citra. Biarlah masyarakat yang menilai, bukan seolah-olah daerah yang didatangi dimobilisasi untuk memberikan simbol pencitraan yang positif bagi Jokowi,” kata Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) tersebut.

Lebih lanjut, Efriza menilai Jokowi justru mengagung-agungkan capaian selama menjabat sebagai presiden melalui rangkaian kunjungannya ke Lampung.

“Penilaiannya lebih kepada tidak eloknya Jokowi bersafari sambil ditengarai melakukan mobilisasi pencitraan melalui simbol-simbol keberhasilan kinerjanya,” ujarnya.

Baca juga:  Amien Rais: Hampir Dua Tahun Berkuasa, Prabowo Gagal Taklukkan Oligarki

Ia pun menilai langkah tersebut mencerminkan bahwa Jokowi tidak lagi menunjukkan sikap sebagai pendukung pemerintahan yang loyal.

“Jelas tergambarkan Jokowi bukan lagi pendukung pemerintah yang loyal, tetapi Jokowi dan PSI ibarat duri dalam daging bagi pemerintah,” demikian Efriza. []

Berita Populer

Berita Terkait