Dekan FAH UIN Ar-Raniry Lepas 76 Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Magang di 31 Perpustakaan Aceh

BANDA ACEH – Sebanyak 76 mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) semester ganjil tahun akademik 2026/2027 di 31 perpustakaan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Aceh.

Pelepasan mahasiswa dilakukan oleh Dekan FAH UIN Ar-Raniry, Syarifuddin MAg PhD di pelataran fakultas tersebut, Senin (29/6/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan Mukhtaruddin MLIS, Sekretaris Prodi T Mulkan Safri MIP, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Nazaruddin MLIS PhD, Wakil Dekan II Prof Dr Nur Chalis MA, Wakil Dekan III Hermansyah MTh MA Hum serta Kepala Tata Usaha FAH Syarbini.

Sebelum diberangkatkan ke lokasi magang, para mahasiswa telah mengikuti serangkaian pembekalan dan pelatihan yang diselenggarakan program studi sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan praktik pengelolaan perpustakaan secara langsung.

Mahasiswa akan menjalani magang selama 45 hari, mulai 13 Juli hingga 28 Agustus 2026. Lokasi penempatan meliputi perpustakaan sekolah dan dayah, perpustakaan perguruan tinggi, hingga perpustakaan khusus milik instansi pemerintah maupun swasta di Banda Aceh, Aceh Besar, serta sejumlah daerah lain sesuai domisili mahasiswa.

Baca juga:  PPRI Siap Kembangkan Tembakau di Aceh Besar, Bupati: Ini Peluang Emas Tingkatkan Ekonomi Petani

Dalam sambutannya, Syarifuddin menegaskan bahwa magang merupakan proses transformasi diri dari dunia akademik menuju dunia kerja yang nyata.

“Pada hakikatnya, magang adalah proses transformasi diri. Ilmu dan karakter akademik yang selama ini dibangun di ruang kelas harus dikembangkan melalui pengalaman nyata di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa tidak boleh memandang magang hanya sebagai kewajiban akademik untuk memperoleh nilai, tetapi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi bagi lembaga tempat mereka mengabdi.

“Kalau hanya sekadar mencari nilai dan menyelesaikan tugas kuliah, maka tidak akan ada perubahan dalam diri kita. Magang harus menjadi momentum untuk mengembangkan diri sekaligus membantu memajukan lembaga tempat kita belajar dan bekerja,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa agar proaktif menawarkan gagasan dan inovasi, terutama dalam pengelolaan perpustakaan dan sistem dokumentasi dan informasi.

“Jangan hanya menunggu tugas. Berusahalah melakukan sesuatu yang terbaik, membantu menata perpustakaan agar lebih baik, lebih rapi, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Kuasa Hukum Minta Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pabrik Es Abdya Dibebaskan

Selain itu, Syarifuddin mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik UIN Ar-Raniry dengan menjunjung tinggi etika, sopan santun, serta akhlak mulia selama menjalani PKL.

“Kita harus menunjukkan bahwa insan akademik UIN Ar-Raniry adalah pribadi yang peduli, mampu membawa perubahan, dan memiliki karakter yang baik. Jaga nama baik kampus dan tetap menjaga ibadah di mana pun berada,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry, Mukhtaruddin menjelaskan bahwa pelaksanaan magang tahun ini tidak hanya berlangsung di Banda Aceh dan Aceh Besar, tetapi juga di berbagai kabupaten dan kota sesuai daerah asal mahasiswa.

“Pada semester ini, sebanyak 76 mahasiswa melaksanakan magang di 31 perpustakaan yang tersebar di seluruh wilayah Aceh,” kata Mukhtaruddin.

Ia menambahkan, selama pelaksanaan PKL mahasiswa akan didampingi dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan yang bertugas sebagai supervisor serta dosen pamong dari masing-masing lokasi magang.

“Pendampingan dilakukan untuk memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang optimal sekaligus mampu menerapkan kompetensi keilmuan yang telah dipelajari di bangku kuliah,” ujarnya. []

Berita Populer

Berita Terkait