Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rehabilitasi 190 Sekolah Terdampak Bencana di Aceh

PIDIE – Pemulihan layanan pendidikan pascabencana hidrometeorologi di Aceh terus dipercepat melalui kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah daerah, dan TNI Angkatan Darat. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan yang aman dan layak meskipun sekolah mereka terdampak bencana.

Saat meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah di Aceh, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah menargetkan sebagian besar sekolah terdampak dapat kembali digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta jajaran TNI AD yang telah bermitra dengan kami dalam proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah-sekolah terdampak bencana,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).

Menteri menjelaskan, untuk sekolah yang masih menunggu proses pembangunan atau relokasi, Kemendikdasmen telah menyediakan ruang kelas darurat yang lebih representatif agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.

“Mudah-mudahan proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi dapat diselesaikan secepatnya sehingga anak-anak Aceh dapat kembali belajar secara optimal di sekolahnya,” katanya.

Salah satu sekolah yang tengah direhabilitasi adalah SD Negeri Utue. Sekolah yang berdiri sejak 1984 itu mengalami kerusakan pada sejumlah ruang kelas, plafon, toilet, serta sistem drainase yang menyebabkan genangan saat hujan.

Tahun ini, SD Negeri Utue mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp1,83 miliar untuk rehabilitasi tujuh ruang kelas, satu ruang perpustakaan, dua ruang administrasi, satu paket toilet beserta sarana sanitasi, delapan paket perabot ruang kelas, satu paket perabot ruang perpustakaan, dua paket perabot ruang UKS, serta tiga paket penataan lingkungan sekolah.

Baca juga:  Pratama Arhan Resmi Berpisah dengan Bangkok United

Komandan Pelaksana Rehabilitasi, Letkol Inf. Arino Vranta Sinurat, mengatakan SD Negeri Utue merupakan bagian dari program rehabilitasi 190 sekolah terdampak bencana di Aceh.

“Di Provinsi Aceh terdapat 190 sekolah yang direhabilitasi oleh TNI AD akibat dampak bencana hidrometeorologi. Khusus di SD Negeri Utue, kami mengerjakan tujuh ruang kelas, dua ruang administrasi, kamar mandi, pengadaan mebel, serta penataan lingkungan sekolah,” ujarnya.

Menurut Arino, pekerjaan dilakukan melalui pola swakelola tipe II yang menggabungkan tenaga profesional sipil dan personel TNI.

“Kami melibatkan delapan tenaga tukang sipil dan tiga personel TNI yang bekerja bersama agar pembangunan berjalan efektif dan selesai sesuai target,” katanya.

Kepala SD Negeri Utue, Suwarni, mengapresiasi pola pembangunan yang tetap memungkinkan kegiatan belajar mengajar berlangsung selama proses rehabilitasi.

“Alhamdulillah, kami tidak perlu merelokasi siswa ke tempat lain. Pekerjaan dilakukan bertahap sehingga ruang yang masih layak dapat digunakan untuk belajar. Guru dan TNI juga bersama-sama memastikan keamanan siswa selama proses pembangunan,” tuturnya.

Ia berharap pembangunan di sekolah tersebut dapat berjalan lancar dan selesai sesuai rencana.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menjelaskan pemerintah terus melakukan percepatan penanganan sekolah terdampak bencana. Berdasarkan hasil verifikasi, terdapat 2.920 sekolah terdampak bencana, dengan 188 sekolah mengalami kerusakan berat dan 63 sekolah harus direlokasi.

Baca juga:  SMATIKA Aceh Juara Umum O2SN SMA Kota Banda Aceh

“Banyak sekolah yang terlihat masih menggunakan kelas darurat bukan karena tidak ditangani, tetapi karena proses revitalisasi sedang berlangsung. Yang terpenting, pembelajaran tetap berjalan sambil pembangunan dilakukan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dan TNI AD, rehabilitasi sekolah di Aceh diharapkan tidak hanya memulihkan bangunan yang rusak, tetapi juga mengembalikan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi ribuan peserta didik pascabencana.

Di tengah proses rehabilitasi yang berlangsung, para murid SD Negeri Utue mengaku antusias menantikan selesainya pembangunan sekolah mereka. Mereka berharap segera dapat menempati ruang kelas yang lebih nyaman untuk belajar.

Sambil menunggu ruang kelas baru selesai dibangun, sebagian siswa kelas 4A dan 4B masih belajar bersama dalam satu ruangan.

“Senang sekali kalau sekolah kami bisa tambah bagus nanti,” ujar Farhan.

“Saya tidak sabar untuk bisa belajar di kelas baru. Saya senang sekolah di sini,” tambah Afkar, siswa kelas 4 yang bercita-cita menjadi tentara.

Murid lainnya, Salman, berjanji akan terus belajar dengan giat. Kedatangan Mendikdasmen ke sekolahnya menambah semangat dan keceriaan para guru serta siswa untuk terus berjuang meraih cita-cita.

“Saya akan giat belajar, bermain dengan rukun, dan menjadi anak yang pemberani,” ujar Salman, yang bercita-cita mengikuti jejak pesepak bola idolanya, Neymar. []

Berita Populer

Berita Terkait