BANDA ACEH – Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Abulyatama melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Resiliensi Perawat Emergensi dalam Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Keperawatan saat Bencana Hidrometeorologi di Pidie Jaya, Aceh” di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program yang mendapat dukungan AINEC Research & Community Services Award Tahun 2026, yaitu hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Association of Indonesian Nurse Education Center (AINEC) untuk mendukung inovasi serta pengembangan keilmuan keperawatan yang berdampak bagi masyarakat.
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga keperawatan, khususnya perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD), dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan pada situasi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di Aceh.
Sebagai salah satu wilayah yang rentan terhadap banjir, cuaca ekstrem, dan berbagai bencana terkait iklim, Pidie Jaya membutuhkan tenaga kesehatan yang tangguh, adaptif, serta mampu menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien di tengah kondisi krisis.
Kegiatan ini diketuai oleh Ns. Rosa Galica Gita Gressia, S.Kep., M.Kep., dosen Fakultas Keperawatan USK. Tim pengabdi juga melibatkan Dr. Ns. Hilman Syarif, M.Kep., Sp.Kep.MB., selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan Fakultas Keperawatan USK, serta Ns. Iskandar, S.Kep., M.Kep., selaku Sekretaris AIPNI Regional I Wilayah Aceh dan Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Abulyatama.
Selain itu, kegiatan tersebut turut melibatkan tiga mahasiswa Fakultas Keperawatan USK, yakni Balqies Amelia Putri, Ikmaldi Nabawi, dan Ade Rahmad Ilham.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Keperawatan RSUD Pidie Jaya, Ns. Salma, S.Kep., MKM. Kegiatan juga dihadiri jajaran manajemen rumah sakit, di antaranya Dian Melanie Jamil, SST., S.Farm., M.Keb., selaku Penanggung Jawab Diklat; Mardiana, Amd.Keb., selaku Penanggung Jawab Rawat Jalan; Ns. Rahmi Zahara, S.Kep., selaku Penanggung Jawab Mutu dan Etika Profesi; serta Ns. Yusnidar, S.Kep., selaku Ketua Komite Keperawatan.
Sebanyak 30 perawat IGD RSUD Pidie Jaya mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Materi yang diberikan mencakup konsep resiliensi perawat dalam menghadapi situasi krisis dan bencana, strategi penguatan resiliensi individu maupun tim, serta penerapan sasaran keselamatan pasien sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pelayanan keperawatan pada kondisi darurat.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui metode ceramah, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi. Para peserta aktif berdiskusi mengenai pengalaman serta tantangan yang dihadapi saat menangani dampak bencana hidrometeorologi di wilayah kerja mereka.
Selain itu, peserta juga terlibat langsung dalam simulasi penerapan sasaran keselamatan pasien guna meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dan koordinasi pelayanan pada situasi darurat.
Ketua pelaksana kegiatan, Ns. Rosa Galica Gita Gressia, S.Kep., M.Kep., menyampaikan bahwa penguatan resiliensi perawat merupakan aspek penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang tangguh terhadap bencana.
“Perawat merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan saat terjadi bencana. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi, mengelola tekanan kerja, serta menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien menjadi kompetensi yang sangat penting untuk terus diperkuat,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak RSUD Pidie Jaya, khususnya bidang pendidikan dan pelatihan (Diklat). Antusiasme peserta serta dukungan manajemen rumah sakit menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap program-program peningkatan kapasitas tenaga kesehatan yang relevan dengan tantangan pelayanan saat ini.
Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesiapsiagaan tenaga keperawatan menghadapi bencana sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi berkelanjutan antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan berbagai program kerja sama dan pengabdian masyarakat lainnya yang dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Aceh. []


