UIN Ar-Raniry Banda Aceh Dorong Penguatan SDM Pengurus Ormawa

BANDA ACEH – Sebanyak 120 pimpinan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dibekali pembinaan dan penguatan kapasitas tata kelola organisasi. Kegiatan yang diselenggakan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) berlangsung di Aula lantai 3 gedung Rektorat, Selasa, (19/5/2026).

Mewakili Rektor, Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Dr Sabirin, menekankan pentingnya organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pengembangan karakter, kepemimpinan, serta kemampuan berpikir kritis bagi mahasiswa.

“Kampus membutuhkan mahasiswa yang mampu bertarung dalam ide dan gagasan, bukan konflik fisik,” ujarnya saat membuka acara.

Sementara itu, Ketua LPM UIN Ar-Raniry, Dr Abdul Jalil Salam, menyebut organisasi kemahasiswaan merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran, pengembangan karakter, serta peningkatan kemampuan manajerial mahasiswa.

Ia berharap peserta dapat memanfaatkan kegiatan selama dua hari tersebut untuk meningkatkan kualitas diri dan organisasi, serta aktif berdiskusi dengan narasumber, agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam tata kelola organisasi yang lebih baik dan professional di masa mendatang.

Baca juga:  MPR Bangga Final Ulang Lomba Cerdas Cermat Ditolak Dua Sekolah

Sebelumnya, ketua panitia, Prof Dr Husna Amin, mengatakan organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi kepemimpinan dan profesionalisme mahasiswa. Peningkatan kapasitas pengurus Ormawa perlu dilakukan melalui pembinaan yang terstruktur, terutama dalam pengembangan soft skill seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, negosiasi, dan problem solving.

Husna menegaskan bahwa penting dilaksanakan pembinaan bagi pimpinan ormawa. Untuk itu, LPM mengundang ketua dan sekretaris Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) baik ditingkat universitas maupun fakultas, serta perwakilan himpunan mahasiswa program studi di Lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

“Mereka dibekali berbagai materi dalam rangka membentuk kepemimpinan yang berkarakter dan berintegritas”, ujarnya.

Baca juga:  Cegah Pelanggaran Syariat Islam, Satpol PP dan WH Aceh Besar Kembali Patroli di Waduk Keliling

Husna menambahkan, pembekalan tersebut, panitia meghadirkan dua narasumber, yakni Saiful Mahdi dari Departemen Statistika FMIPA dan Rizanna Rosemary dari Departemen FISIP Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.

Memanfaatkan Medsos sebagai sarana advokasi

Saiful Mahdi, dalam pemaparannya mengatakan mahasiswa dapat memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai sarana advokasi, pendidikan dan perjuangan sosial di tengah kuatnya pengaruh influencer di ruang digital.

“Kalau influencer bisa membuat perubahan, maka mahasiswa juga bisa menjadi influencer untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Saiful menilai, media sosial saat ini memiliki pengaruh yang sangat besar, namun tidak seluruh konten yang beredar memiliki kualitas yang baik. Karena itu, mahasiswa dituntut lebih cerdas dalam memilih dan memilah informasi yang dikonsumsi maupun disebarkan di media sosial.[]

Berita Populer

Berita Terkait