Ube Matcha Latte Jadi Tren, Ini Kandungan Baik di Dalamnya

JAKARTA – Ube matcha latte menjadi salah satu minuman yang tengah digemari Gen Z dan tidak sedikit pula Gen Milenial yang rela mengantre demi mencicipi perpaduan ube, matcha, dan susu dalam satu cup.

Warna ungu dari ube yang berpadu dengan hijau matcha membuat minuman ini mudah mencuri perhatian. Di balik tampilannya yang menarik dan rasanya yang khas, bahan-bahan penyusunnya juga memiliki sejumlah zat gizi dan senyawa bioaktif yang menarik untuk dibahas.

Pada ube matcha latte yang diobservasi detikcom, satu cup berisi 30 gram ube, 50 ml susu sapi segar, 4,2 gram matcha powder yang dicampur air, dan 7 gram gula.

Lantas, apa saja manfaat nutrisi yang bisa diperoleh dari minuman yang sedang viral ini?
Sumber Karbohidrat Kompleks dan Serat

HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI

Ube menjadi salah satu sumber karbohidrat dalam ube matcha latte. Dalam satu cup yang menggunakan 30 gram ube, bahan ini menyumbang sekitar 29 kkal energi, 6,7 gram karbohidrat, dan 3,4 gram serat. Serat berperan dalam menjaga kesehatan saluran cerna dan membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Karbohidrat dari ube berbeda dengan gula yang ditambahkan ke dalam minuman. Ube merupakan sumber karbohidrat kompleks yang juga disertai serat, sedangkan gula yang ditambahkan merupakan karbohidrat sederhana.

Pada ube matcha latte yang diobservasi, terdapat tambahan 7 gram gula yang menyumbang sekitar 6,6 gram karbohidrat. Jumlah gula yang digunakan tentu dapat berbeda pada setiap gerai karena formulasi dan tingkat kemanisan yang digunakan tidak selalu sama.

Baca juga:  Sinergi Perkuat AMDK Aceh, BBPOM Dorong Kepatuhan Hasilkan Air Minum Berkualitas

Artinya, ketika membahas kandungan karbohidrat dalam ube matcha latte, sumbernya tidak hanya berasal dari gula tambahan. Ube dan susu juga turut mengandung karbohidrat.

Ube dan matcha sama-sama memiliki senyawa bioaktif yang menarik dari sisi gizi.

Warna ungu pada ube berasal dari antosianin, salah satu jenis flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Selain antosianin, ube juga mengandung senyawa fenolik seperti asam galat, asam ferulat, dan asam kafeat yang turut berperan dalam aktivitas antioksidannya.

Sementara itu, matcha mengandung berbagai senyawa polifenol, terutama katekin. Salah satu yang paling banyak dibahas adalah epigallocatechin gallate atau EGCG. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan menjadi salah satu komponen bioaktif utama pada matcha.

Matcha juga mengandung L-theanine dan kafein. Kafein bekerja dengan menstimulasi sistem saraf pusat. Dalam jumlah sedang, kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk.

Kandungan kafein dalam matcha dapat berbeda tergantung jenis matcha dan jumlah bubuk yang digunakan. Karena itu, kandungan kafein dalam setiap ube matcha latte juga tidak selalu sama.

Turut Menyumbang Protein

Susu sapi segar menjadi salah satu sumber protein dalam ube matcha latte. Pada takaran 50 ml yang digunakan dalam minuman ini, susu menyumbang sekitar 1,6 gram protein.

Baca juga:  Menkes Imbau Warga Terdampak Karhutla Pakai Masker dan Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Protein diperlukan tubuh untuk membentuk dan mempertahankan jaringan, termasuk otot, serta menjalankan berbagai fungsi tubuh.

Kontribusi protein dalam minuman ini tidak hanya berasal dari susu. Ube juga mengandung protein meski jumlahnya tidak sebesar susu.

Dengan penggunaan 30 gram ube, bahan tersebut menyumbang sekitar 0,5 gram protein. Matcha juga mengandung protein dalam jumlah tertentu karena matcha dibuat dari daun teh yang dihaluskan dan dikonsumsi bersama bubuknya.

Jika seluruh bahan diperhitungkan, satu cup ube matcha latte yang diobservasi detikcom mengandung sekitar 2,1 gram protein.

Tetap Perhatikan Formulasi dan Frekuensi

Ube matcha latte dapat menjadi salah satu pilihan minuman yang memiliki beberapa komponen bernilai gizi. Ube memberikan karbohidrat dan serat, matcha menyediakan berbagai senyawa bioaktif, sementara susu memberikan protein dan zat gizi lainnya.

Meski demikian, formulasi tetap perlu diperhatikan. Setiap gerai dapat menggunakan takaran ube, matcha, susu, dan gula yang berbeda. Tambahan seperti whipped cream, cheese foam, boba, sirup, saus, atau topping lainnya juga dapat meningkatkan kandungan energi dan gula dalam satu cup.

Frekuensi konsumsi dalam sehari juga menjadi bagian penting dalam mengontrol asupan gula harian. Ube matcha latte dapat dinikmati sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang, dengan tetap memperhatikan jumlah gula serta bahan tambahan yang digunakan.[]

Berita Populer

Berita Terkait