Tutup 240 BUMN, Prabowo: Nggak Ada Untung, Rugi Terus!

JAKARTA – Sebanyak 240 BUMN telah ditutup oleh pemerintah. Penutupan ini dilakukan karena BUMN tersebut tidak untung, melainkan rugi terus.

Hal ini diungkapkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Bangkalan, Jawa Timur seperti yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/6/2026).

Awalnya, Prabowo bercerita di awal menjabat, dia sempat kaget jumlah BUMN dan anak usahanya mencapai lebih dari 1.000-an lebih. Dia mengira jumlah BUMN hanya mencapai 300-an. Kini sudah 200 lebih BUMN dipangkas jumlahnya.

Baca juga:  Sekda Aceh Muhammad Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

“Sekarang kita sudah tutup kurang lebih berapa Mensesneg? Kurang lebih sudah 240 yang kita tutup. Nggak ada yang untung, rugi terus,” ungkap Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan jumlah perusahaan pelat merah yang dipangkas masih akan bertambah. Dia menyebutkan minimal sebanyak 700 BUMN yang akan segera dipangkas.

“Kalau tidak salah kita ujungnya akan menutup kurang lebih 800 perusahaan negara, minimal 700-lah,” terang Prabowo.

Prabowo mengatakan dengan adanya pemangkasan jumlah BUMN tersebut, negara bisa menghemat triliunan rupiah. Hal ini didapatkan berdasarkan pemberian gaji untuk direksi dan komisaris dari BUMN tersebut.

Baca juga:  Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah di 37 Provinsi

“Itu kalau dihitung umpamanya 4 direksi sama 4 komisaris itu 8 kali 200… 1.600. Kalau gajinya masing-masing Rp 50 juta sebulan, berapa itu? Dan ada yang gajinya bisa di atas itu. Sudah rugi minta bonus lagi,” sebut Prabowo jengkel.

“Saudara-saudara sudah kita tutup, kita menghemat triliunan hanya dari menutup perusahaan-perusahaan yang nggak benar, dan itu caranya para direksi itu nutupi korupsi mereka,” pungkasnya menekankan. []

Berita Populer

Berita Terkait