JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi melalui pernyataan blak-blakan dan bernada kasar terhadap Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).
Dalam pidatonya di sebuah forum investasi yang didukung Arab Saudi di Miami, Trump mengklaim bahwa MBS tidak pernah menyangka harus bersikap sangat rendah hati kepadanya. “He didn’t think this was going to happen. He didn’t think he’d be kissing my ass. He really didn’t,” ujar Trump, sebagaimana terekam dalam video pidato yang kini viral di media sosial.
Trump kemudian melanjutkan dengan nada yang dinilai sombong. Ia menyatakan bahwa MBS sebelumnya menganggap dirinya hanya sebagai presiden Amerika biasa di tengah kondisi negara yang melemah. Namun kini, menurut Trump, MBS harus bersikap baik kepadanya.
Meski menggunakan bahasa vulgar, Trump dalam kesempatan yang sama juga melontarkan pujian. Ia menyebut MBS sebagai “a fantastic man” (orang hebat) dan “a warrior” (pejuang) yang sedang “berjuang bersama kami”.
Pernyataan ini muncul di tengah hubungan dekat antara Trump dan MBS, serta dalam konteks ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk isu Iran. Beberapa hari sebelumnya, Trump juga sempat memuji MBS sebagai sosok “warrior” yang mendukung posisi Amerika Serikat.
Klip pidato tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform seperti Instagram, X (Twitter), dan YouTube, serta menuai reaksi keras dari publik. Banyak netizen, terutama dari dunia Muslim, mengecam pernyataan itu sebagai bentuk penghinaan terhadap pemimpin Arab Saudi sekaligus mencerminkan arogansi kekuasaan Amerika.
Sejumlah pengamat politik menilai gaya komunikasi Trump yang khas merupakan kombinasi antara pendekatan negosiasi keras ala bisnis dan upaya menunjukkan dominasi posisi tawar Washington terhadap sekutunya.
Hingga berita ini ditulis, pihak Kerajaan Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut. Sementara itu, Gedung Putih juga belum mengeluarkan klarifikasi lebih lanjut.
Hubungan antara Trump dan Mohammed bin Salman sendiri telah lama dikenal erat sejak masa kepresidenan pertamanya. Trump kerap memuji kebijakan Vision 2030 yang digagas MBS, serta kerja sama ekonomi dan keamanan antara kedua negara.[]


