JAKARTA – Presiden AS Donald Trump menggunakan kata-kata kasar dalam postingan barunya yang mengancam infrastruktur Iran pada Ahad. Ia juga menuliskan nama Allah dengan nada melecehkan dalam unggahan terbarunya di Truth Social.
Trump menggunakan kata-kata kasar itu untuk mendesak Iran membiarkan kapal melewati Selat Hormuz. Ia juga mengancam akan menyerang lebih lanjut infrastruktur energi dan transportasi Iran.
“Selasa akan menjadi Hari (penyerangan) Pembangkit Listrik dan Hari (penyerangan) Jembatan, yang semuanya dirangkai menjadi satu, di Iran. Belum ada serangan seperti ini!!! Buka Selatnya, Sialan, dasar bajingan gila, atau kamu akan tinggal di Neraka – LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah. Presiden DONALD J TRUMP,” demikian kira-kira terjemahan dari unggahan Trump. Dalam bahasa aslinya, bahasa Inggris, unggahan itu lebih menjijikkan.
Mengumpat dengan membawa-bawa nama Allah adalah hal yang dilarang dalam Islam. Sejumlah hadits Rasulullah menerangkan murka Allah saat nama-Nya dipergunakan untuk mengumpat dan menyumpahi orang lain, bahkan terhadap pendosa sekalipun.
Pada Sabtu, Donald Trump mengancam akan menghujani Iran dengan “neraka” jika negara itu menolak untuk “membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz” dalam 48 jam ke depan.
Iran telah menolak usulan gencatan senjata sementara dan menginginkan diakhirinya perang secara permanen dengan jaminan kuat bahwa AS tidak akan menyerang lagi.
Kegilaan terbaru Trump ini setelah Iran berhasil menembak jatuh sejumlah pesawat militer AS. Sejauh ini yang dipastikan Pentagon ditembak jatuh adalah satu unit F-15E.
Kendati demikian, Iran mengeklaim dan menunjukkan sejumlah foto bahwa mereka juga menembak jatuh satu pesawat Warthog dan setidaknya dua helikopter Black Hawk. Dua unit pesawat C-130 juga dilaporkan kena pertahanan udara Iran.[]


