TNI Bersama Warga Bangun Jembatan Gantung Penghubung Dua Desa di Aceh Tenggara

ACEH TENGGARA – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan kembali diwujudkan melalui aksi nyata para Babinsa di lapangan.

Personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara (Agara) bersama masyarakat terus menggenjot pembangunan jembatan gantung perintis yang menghubungkan Desa Kumbang Jaya dengan Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (28/4/2026).

Pada tahap pekerjaan kali ini, Babinsa dari Koramil 0108-03/Badar dan Posramil Darul Hasanah bersama warga melaksanakan pembukaan mal pondasi tiang jembatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian pembangunan, mengingat pondasi merupakan struktur utama yang menentukan kekuatan dan ketahanan jembatan di masa mendatang.

Pembangunan jembatan gantung ini merupakan salah satu upaya strategis untuk membuka akses transportasi yang selama ini masih terbatas, terutama bagi masyarakat yang bermukim di wilayah terpencil. Dengan hadirnya jembatan tersebut, diharapkan mobilitas warga menjadi lebih lancar, aman, dan efisien, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.

Serma Karmadi, yang turut memimpin kegiatan di lapangan, menjelaskan bahwa pengerjaan dilakukan secara terpadu dengan menerapkan sistem pembagian tugas personel di dua titik lokasi berbeda. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan waktu dan tenaga, mengingat kondisi geografis wilayah yang cukup menantang.

Baca juga:  Kecelakaan KA di Bekasi, Prabowo Pastikan Investigasi dan Flyover Segera Dibangun

“Untuk mempercepat proses pembangunan, personel kami bagi menjadi dua kelompok kerja. Sebagian melaksanakan pekerjaan di Desa Kumbang Jaya, sementara kelompok lainnya bekerja di seberang Sungai Kali Alas, tepatnya di Desa Gulo. Dengan cara ini, pengerjaan dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” ungkapnya.

Sejak pagi hari, semangat gotong royong tampak begitu kental di lokasi kegiatan. Babinsa bersama masyarakat bahu-membahu mengumpulkan batu dari aliran Sungai Kali Alas yang kemudian diolah menjadi material split sebagai bahan utama dalam pengecoran pondasi. Selain itu, proses pembuatan cetakan atau mal pondasi juga dilakukan secara teliti guna memastikan hasil konstruksi yang kokoh dan berkualitas.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan teritorial semata, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam membangun semangat kebersamaan dan komunikasi sosial yang harmonis. Interaksi yang terjalin secara langsung di lapangan semakin mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI selalu hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga turut berperan aktif dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tambah Serma.

Baca juga:  HUT ke-27 Aceh Singkil, Wagub Ajak Perkuat Sinergi dan Pembangunan Berkelanjutan

Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat merupakan faktor kunci dalam menyukseskan pembangunan di daerah. Semangat gotong royong yang masih terjaga dengan baik menjadi kekuatan utama dalam mengatasi berbagai kendala di lapangan, sekaligus mempercepat penyelesaian pekerjaan.

Pembangunan jembatan gantung ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antar desa, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mulai dari distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi anak-anak, hingga kemudahan menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan.

Lebih jauh, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada rakyat. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan motivasi, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berperan aktif dalam pembangunan di wilayahnya.

Dengan terjalinnya kerja sama yang solid antara TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan gantung perintis ini diharapkan dapat segera rampung sesuai target yang telah ditetapkan. Keberadaan jembatan tersebut nantinya diyakini akan memberikan manfaat besar dalam meningkatkan konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Darul Hasanah dan sekitarnya.[]

Berita Populer

Berita Terkait