ACEH – Bulan suci Ramadan segera tiba dan disambut umat Muslim dengan berbagai persiapan ibadah. Di tengah rutinitas harian, aktivitas berkendara tetap menjadi kebutuhan yang tak terpisahkan. Karena itu, keselamatan di jalan raya perlu mendapat perhatian agar ibadah puasa tetap berjalan maksimal.
Instruktur Safety Riding dari Capella Honda Aceh, Reza Novendri, mengatakan berkendara merupakan aktivitas fisik yang menuntut konsentrasi dan stamina, terlebih saat pengendara sedang berpuasa.
“Berkendara membutuhkan fokus tinggi serta kesiapan fisik karena adanya interaksi dengan lingkungan sekitar. Saat berpuasa, kondisi tubuh tentu berbeda, sehingga pengendara harus lebih bijak agar tetap aman dan tidak mengurangi nilai ibadah,” kata Reza, Kamis (19/2/2026).
Dia menyarankan pengendara memulai dengan persiapan fisik yang baik, terutama saat sahur. Asupan makanan bergizi dan cairan yang cukup penting untuk menjaga energi dan mencegah dehidrasi. Waktu tidur juga perlu dijaga agar stamina dan fokus tetap optimal sepanjang hari.
Selain itu, pengendara diimbau mengelola emosi dan menghindari sikap terburu-buru yang dapat memicu perilaku berkendara agresif.
Dari sisi teknik berkendara, Reza mengingatkan pentingnya menjaga kecepatan yang wajar dan jarak aman lebih panjang dari biasanya. Pengendara juga perlu memprediksi potensi bahaya, khususnya menjelang waktu berbuka puasa ketika lalu lintas cenderung lebih padat.
Untuk perjalanan jarak jauh, waktu pagi hari atau setelah berbuka dinilai lebih aman, disertai istirahat setiap satu hingga dua jam.
Perlengkapan berkendara turut menjadi faktor penting. Helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu yang nyaman serta memiliki daya lindung optimal wajib digunakan. Kondisi sepeda motor juga harus dipastikan prima, terutama rem, lampu, dan ban. Penggunaan aplikasi peta digital dapat membantu memilih rute yang lebih lancar dan menghindari kemacetan yang melelahkan.
Jika pengendara mulai merasa pusing atau mengantuk, ia menyarankan agar segera menepi di tempat aman untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
“Dengan persiapan yang baik, puasa bisa tetap khusyuk dan perjalanan berkendara aman serta nyaman sampai tujuan,” ujar Reza. []


