BANDA ACEH — Memasuki penghujung tahun, kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara sepeda motor, terutama di wilayah pinggiran yang memiliki infrastruktur jalan terbatas. Risiko tersebut semakin besar ketika pengendara harus melintasi medan rusak atau jalur offroad.
Instruktur Safety Riding Capella Honda Aceh, Reza Novendri, mengatakan kondisi tersebut menuntut kewaspadaan ekstra, khususnya bagi pengendara motor trail. “Dengan beberapa musibah yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera dan kota lain di Indonesia, khususnya Aceh, kami turut prihatin dan berduka,” ujar Reza.
Menurut dia, sepeda motor jenis trail seperti Honda CRF 150 L terbukti cukup andal digunakan pada kondisi medan berat, termasuk saat bencana alam atau cuaca ekstrem. Kombinasi suspensi, diameter roda, serta pola ban yang dirancang untuk jalan rusak membuat motor trail mampu menunjang mobilitas evakuasi dan distribusi logistik.
Meski demikian, Reza menekankan pentingnya pemahaman teknik dasar berkendara bagi pemula agar tetap aman saat menggunakan motor trail di medan ekstrem. Ia menyebut setidaknya ada tiga hal utama yang harus diperhatikan.
Pertama, persiapan perlengkapan keselamatan. Pengendara disarankan menggunakan helm khusus trail dengan goggle terpisah untuk mencegah embun, pakaian yang menyerap keringat, jaket, sarung tangan lentur, serta sepatu boots tinggi untuk melindungi tulang kering.
“Pelindung tambahan seperti protector dada, lutut, dan siku juga sangat dianjurkan,” katanya.
Kedua, teknik dan postur berkendara. Saat menanjak, pengendara disarankan berdiri dengan badan condong ke depan agar roda depan tidak terangkat. Pada turunan berbatu, posisi tubuh sedikit terangkat dari jok, lutut menjepit tangki, serta mengandalkan engine brake tanpa menarik rem depan terlalu dalam. Untuk medan rusak, posisi berdiri dengan tangan rileks dan penggunaan gigi rendah dinilai lebih aman.
Ketiga, kesiapan menghadapi kondisi darurat. Reza mengingatkan pengendara agar tetap tenang saat menghadapi masalah di lintasan. “Jika terjebak, jangan memaksakan gas dengan setengah kopling. Mintalah bantuan orang sekitar,” ujarnya. Dia juga menyarankan pengendara segera melepaskan motor jika terjatuh untuk menghindari risiko tambahan, seperti mesin kemasukan air.
Reza berharap pemahaman dasar tersebut dapat meningkatkan keselamatan pengendara motor trail, khususnya saat harus melintasi jalur ekstrem di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat. []


