Sering Cemas dan Sulit Rileks? Coba 4 Cara Menenangkan Sistem Saraf Ini

JAKARTA – Kesulitan untuk benar-benar rileks meski sedang beristirahat sering kali berkaitan dengan sistem saraf yang terus berada dalam kondisi siaga. Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa tegang, mudah lelah, sulit tidur, hingga tidak mampu menikmati waktu istirahat secara optimal.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa sistem saraf dapat ditenangkan melalui sejumlah kebiasaan sederhana yang membantu tubuh kembali merasa aman dan rileks.

Memahami Cara Kerja Sistem Saraf

Sebelum mengetahui cara menenangkan sistem saraf, penting untuk memahami bagaimana sistem ini bekerja.

Sistem saraf berfungsi sebagai pusat komunikasi tubuh yang terus-menerus menerima informasi dari lingkungan maupun dari dalam tubuh. Informasi tersebut digunakan untuk menentukan apakah seseorang perlu bersiap menghadapi ancaman atau berada dalam kondisi aman.

HARI LAHIR PANCASILA

Penulis sekaligus ahli strategi sistem saraf, Nahid de Belgeonne, menjelaskan bahwa sistem saraf belajar melalui pengulangan. Ketika seseorang terus-menerus terburu-buru, bekerja berlebihan, dan jarang beristirahat, tubuh akan menganggap pola tersebut sebagai sesuatu yang normal.

“Stres bukan hanya persoalan psikologis. Stres juga merupakan persoalan fisiologis. Tubuh mulai menyesuaikan diri dengan ritme dan tuntutan hidup seseorang,” ujar Nahid kepada Harper’s Bazaar.

Akibatnya, seseorang bisa tetap terlihat produktif dari luar, tetapi sebenarnya mengalami ketegangan, kelelahan, gangguan tidur, atau kesulitan untuk benar-benar beristirahat.

Menurut Nahid, menenangkan sistem saraf tidak harus dilakukan melalui rutinitas yang rumit atau mengikuti tren wellness yang sedang viral. Justru, sistem saraf tidak merespons dengan baik jika perawatan diri dilakukan dengan tekanan yang berlebihan.

Baca juga:  Ketua DPRK Banda Aceh: P3K Paruh Waktu Berpeluang Jadi Penuh Waktu, Beri Apresiasi Komisi II DPR RI

“Orang-orang mencoba merawat sistem saraf mereka dengan energi yang sama yang sebelumnya membuat mereka kewalahan,” katanya.

1. Kurangi Kebiasaan Multitasking

Salah satu cara paling sederhana untuk membantu sistem saraf kembali seimbang adalah melakukan satu aktivitas dalam satu waktu.

Nahid menjelaskan bahwa sistem saraf yang sehat tidak dibangun melalui rutinitas yang sempurna atau selalu dioptimalkan. Sebaliknya, kesehatan sistem saraf terbentuk dari hubungan yang lebih berkelanjutan dengan ritme hidup, istirahat, gerakan tubuh, penggunaan teknologi, dan cara menghadapi tekanan.

Karena itu, mengurangi kebiasaan multitasking dapat membantu menekan stimulasi berlebihan. Contohnya, makan tanpa membuka ponsel atau menonton film tanpa sambil berselancar di media sosial.

2. Sisihkan Waktu untuk Hening

Ahli terapi tubuh, Veronica Immink Gill, menyarankan untuk menciptakan momen tenang di sela aktivitas sehari-hari.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara sederhana, seperti menggunakan pencahayaan yang lebih lembut, mengurangi paparan layar gawai, menikmati aroma yang menenangkan, atau berendam air hangat setelah beraktivitas.

“Regulasi sistem saraf bukan tentang performa, melainkan memberi diri sendiri izin untuk berhenti sejenak, melunak, merasakan, dan bernapas kembali,” ujar Veronica kepada Harper’s Bazaar.

3. Latih Pernapasan dan Berikan Tubuh Pengalaman Baru

Praktisi pernapasan Rob Rea menyebut napas sebagai salah satu cara tercepat untuk memengaruhi kondisi sistem saraf.

Baca juga:  Piala Dunia 2026: Comeback, Korea Selatan Tekuk Ceko 2-1 di Laga Perdana

Ia merekomendasikan teknik pernapasan dengan durasi embusan napas yang lebih panjang daripada tarikan napas, seperti metode 4-6. Teknik ini membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang berperan dalam proses istirahat dan pemulihan tubuh.

Selain latihan pernapasan, paparan suhu panas maupun dingin secara terkontrol juga dinilai dapat membantu tubuh beradaptasi terhadap stres.

Menurut ahli longevity, Michal Cohen-Sagi, paparan dingin dalam waktu singkat dapat melatih ketahanan tubuh terhadap tekanan. Sementara itu, paparan panas membantu tubuh lebih rileks dan memperlancar sirkulasi darah.

4. Bersenandung dan Bersosialisasi

Cara lain yang mungkin terdengar sederhana adalah bersenandung. Meski sering dianggap sepele, aktivitas ini dipercaya dapat merangsang saraf vagus melalui getaran suara yang dihasilkan.

“Sound bath, bersenandung, atau suara dengan frekuensi rendah dapat merangsang saraf vagus melalui getaran dan jalur pendengaran,” kata Michal.

Selain itu, menjalin hubungan sosial juga memiliki peran penting dalam membantu tubuh merasa aman dan nyaman. Bertemu teman, menghabiskan waktu bersama keluarga, atau sekadar berbincang dengan orang terdekat dapat memicu pelepasan hormon oksitosin yang berkaitan dengan rasa tenang dan kedekatan emosional.

Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut, sistem saraf dapat menjadi lebih seimbang sehingga tubuh dan pikiran lebih siap menghadapi tekanan sehari-hari. []

Berita Populer

Berita Terkait