PIDIE – Semangat kebersamaan dan optimisme terus mewarnai proses pembangunan Jembatan Perintis di Desa Leubue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Senin (08/06/2026). Personel Kodim 0102/Pidie bersama tim teknisi dan masyarakat setempat bahu-membahu melaksanakan pengerjaan pembangunan jembatan yang nantinya diharapkan menjadi solusi penting bagi kebutuhan akses transportasi masyarakat di wilayah tersebut.
Di tengah teriknya matahari dan kondisi cuaca yang tidak menentu, para personel TNI, tenaga teknis, serta warga tetap menunjukkan semangat tinggi dalam menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Dengan penuh kekompakan dan rasa tanggung jawab, mereka bekerja tanpa mengenal lelah demi mempercepat pembangunan jembatan bantuan Presiden Republik Indonesia yang menjadi bagian dari program peningkatan infrastruktur pedesaan.
Pembangunan jembatan tersebut dinilai memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat Desa Leubue maupun desa-desa di sekitarnya. Selama ini, keterbatasan akses transportasi menjadi salah satu kendala utama yang menghambat mobilitas masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian.
Melalui pembangunan jembatan ini, masyarakat nantinya diharapkan dapat menikmati akses yang lebih aman, mudah, dan efisien dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Kehadiran jembatan juga diyakini mampu membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan.

Dansatgas Pembangunan Jembatan Perintis Wilayah Kodim 0102/Pidie, Kapten Czi Abdul Haris, menyampaikan bahwa proses pembangunan terus berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 47 persen.
“Alhamdulillah, pembangunan berjalan dengan baik dan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap pengecoran pondasi di titik B, sementara pondasi di titik A sudah selesai dikerjakan. Tahapan selanjutnya adalah pemasangan tiang utama dan penarikan seling jembatan,” ujar Kapten Abdul Haris.
Ia menjelaskan bahwa jembatan perintis yang sedang dibangun memiliki panjang sekitar 40 meter dengan lebar 1,2 meter dan tinggi kurang lebih 10 meter. Konstruksi tersebut dirancang untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang nantinya menggunakan jembatan sebagai sarana penghubung antarwilayah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis semata, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dukungan serta partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, keterlibatan warga dalam proses pengerjaan menjadi salah satu faktor penting yang membantu mempercepat pelaksanaan pembangunan di lapangan.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kehadiran warga yang turut membantu pekerjaan menunjukkan bahwa pembangunan ini benar-benar menjadi kebutuhan bersama. Semangat gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan pembangunan akses masyarakat ini,” tambahnya.
Selama proses pengerjaan berlangsung, suasana kebersamaan tampak begitu terasa. Warga bersama personel TNI saling membantu mulai dari pengangkutan material, persiapan alat kerja, hingga pengerjaan konstruksi di lokasi pembangunan. Kekompakan tersebut menjadi cerminan kuatnya budaya gotong royong yang masih terpelihara dengan baik di tengah masyarakat.
Sementara itu, sejumlah warga Desa Leubue mengaku sangat bersyukur dan menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Mereka menilai keberadaan jembatan nantinya akan sangat membantu dalam mempercepat mobilitas masyarakat, terutama bagi petani yang selama ini kesulitan membawa hasil panen menuju pusat pemasaran.
Selain mempermudah aktivitas ekonomi, jembatan juga diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan. Dengan konektivitas yang lebih baik, masyarakat diyakini akan memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga.
Bagi masyarakat Desa Leubue, pembangunan jembatan ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik semata, melainkan simbol harapan baru bagi kemajuan desa. Infrastruktur yang memadai diyakini akan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka peluang perkembangan berbagai sektor di wilayah tersebut.
Pembangunan Jembatan Perintis Desa Leubue sendiri merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pedesaan dan daerah yang membutuhkan akses penghubung yang layak. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, mempercepat pemerataan pembangunan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan progres pekerjaan yang hampir mencapai separuh target pembangunan, seluruh pihak optimistis jembatan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai rencana. Semangat gotong royong, kerja sama, dan kepedulian bersama yang terus terjaga menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Pidie di masa mendatang.[]



