Jumat, Februari 20, 2026

Sekolah di Aceh Mulai Aktif 5 Januari, Pemerintah Pastikan KBM Tetap Berjalan

BANDA ACEH — Pemerintah Aceh memastikan seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) semester genap tahun ajaran 2025/2026 dimulai serentak pada 5 Januari 2026. Pemerintah menegaskan kendala infrastruktur akibat bencana meteorologi tidak boleh menghambat hak pendidikan anak-anak Aceh.

Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir mengatakan, berdasarkan data Posko Penanganan Bencana Meteorologi Pemerintah Aceh, dari total 555 unit SMA di Aceh, sebanyak 214 sekolah terdampak banjir dan tanah longsor. Daerah dengan dampak paling signifikan meliputi Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang.

“Kondisi di lapangan memang menantang. Tercatat 78 unit sekolah mengalami kerusakan berat. Namun proses belajar mengajar tetap harus berjalan. Pendidikan harus hadir memberi kepastian di tengah situasi bencana,” kata Nasir, Senin (29/12/2025).

Baca juga:  30 Ribu Talenta SMK Unjuk Keterampilan di Festival Vokasi Astra Honda 2026

Nasir menyebutkan, aktivitas sekolah tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga berperan penting dalam pemulihan psikologis siswa yang terdampak bencana. Menurut dia, kehadiran siswa di sekolah membantu mengembalikan ritme kehidupan normal pascabencana.

“Kehadiran sekolah menjadi bagian penting dari proses pemulihan psikologis anak-anak,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh sekaligus juru bicara Posko Penanganan Bencana, Murthalamuddin, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh kepala SMA di Aceh agar tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai jadwal.

“Untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat dan ruang kelas tidak dapat digunakan, kami instruksikan pemanfaatan sarana darurat. Kegiatan belajar mengajar tidak boleh berhenti. Kepala sekolah diminta memastikan ketersediaan tempat belajar sementara,” kata Murthalamuddin.

Baca juga:  Kodam IM Gelar Tradisi Meugang untuk Lestarikan Budaya Aceh Sambut Ramadhan

Di menambahkan, pada masa awal masuk sekolah, peran guru akan difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis siswa. Guru diminta tidak langsung membebani siswa dengan materi pelajaran berat, melainkan mengedepankan pendekatan persuasif.

“Guru saat ini memiliki peran ganda, sebagai pendidik sekaligus pendamping psikososial bagi siswa. Pendekatan yang humanis diperlukan agar semangat belajar siswa kembali pulih,” ujarnya. []

Berita Populer

Berita Terkait