Rabu, Februari 11, 2026

Sejumlah Gampong dan Dusun di Aceh Hilang Akibat Bencana

BANDA ACEH – Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh menyebabkan beberapa gampong dan dusun dinyatakan hilang. Permukiman warga lenyap setelah terseret arus banjir dan material longsor sehingga tidak lagi dapat dihuni.

Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, mengatakan wilayah terdampak tersebar di tujuh kabupaten.

“Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh serta DPMK kabupaten, desa dan dusun yang terdampak berada di Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya,” kata Murthala, Selasa (6/1/2026).

Di Kabupaten Aceh Tamiang, Kecamatan Sekerak, sejumlah desa seperti Lubuk Sidup, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang dilaporkan sudah tidak ada akibat banjir dan longsor. Seluruh penduduk desa tersebut terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman atau ke rumah kerabat.

Sementara di Aceh Utara, Kecamatan Sawang dan Langkahan, satu dusun di Desa Guci serta wilayah Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Dudun Rayeuk Pungkie juga dinyatakan hilang. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Nagan Raya. Di Kecamatan Kuta Teungoh dan Babah Suak, Desa Beutong Ateuh Banggalang mengalami kerusakan parah hingga sebagian besar permukiman tidak tersisa.

Di Kabupaten Aceh Tengah, Kecamatan Ketol dan Bintang, Desa Bintang Pupara dan Kalasegi hanya menyisakan beberapa rumah dengan kondisi rusak berat. Warga desa tersebut hingga kini masih mengungsi.

Kabupaten Gayo Lues menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup besar. Sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, dan Putri Betung dilaporkan hilang akibat banjir dan longsor.

Adapun di Aceh Tenggara, tepatnya Kecamatan Ketambe, satu dusun dinyatakan hilang. Sementara di Kabupaten Pidie Jaya, Kecamatan Meureudu, satu dusun di Desa Blang Awe mengalami kondisi serupa.

Murthala mengatakan, dampak bencana membuat roda pemerintahan gampong di wilayah terdampak tidak dapat berjalan normal. Seluruh perangkat desa ikut mengungsi bersama masyarakat.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh itu menambahkan, Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan lanjutan serta menyiapkan langkah penanganan.

“Termasuk relokasi warga serta rencana pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal,” ujarnya. []

Berita Populer

Berita Terkait