JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya peserta dalam pelaksanaan latihan dasar militer (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih. Ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Menanggapi adanya korban jiwa dalam kegiatan tersebut, Puan menilai keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan program. Menurutnya, pembenahan tata kelola pelaksanaan kegiatan menjadi langkah mendesak yang harus dilakukan.
“Pertama, kami di DPR menyampaikan rasa bela sungkawa sedalam-dalamnya terkait adanya korban dalam rangka pelaksanaan hal tersebut. Dan jangan sampai hal tersebut, kemudian terulang kembali,” ujar Puan dalam agenda konferensi pers usai memimpin Rapat Paripurna DPR RI Ke-22 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Puan mengatakan, DPR mendorong penuh adanya peninjauan berkala secara total terhadap standar operasional prosedur (SOP) Latsarmil SPPI. Ia berharap proses evaluasi yang sedang berjalan dapat menyentuh akar persoalan, khususnya pada penguatan aspek manajerial di lapangan.

“Bahwa sudah dilakukan evaluasi, kami berharap bahwa itu evaluasi yang bisa dilaksanakan secara menyeluruh dan memang rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih baik fokus pada managerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan yang sesuai diharapkan,” tambahnya.
Puan menjelaskan bahwa DPR berkomitmen untuk terus mengawal ketat setiap tahapan tindak lanjut dari hasil rekomendasi evaluasi tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa sekaligus memberikan pelindungan maksimal bagi seluruh peserta.
“Jadi evaluasinya menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang sudah akan dilakukan nanti akan kami tindaklanjuti. Kita lihat dulu apa,” pungkas Puan.[]



