BANDA ACEH — Sahil Project mulai merambah pasar Banda Aceh dengan menghadirkan produk herbal serta layanan berbasis kemitraan yang menyasar kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha kecil. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha untuk menjangkau konsumen di wilayah perkotaan.
Produk utama yang ditawarkan Sahil Project berupa minuman herbal tonic berbahan superfood alami, seperti jahe, serai, madu, kunyit, kayu manis, lemon, bunga telang, dan chia seed. Produk tersebut dipasarkan dalam bentuk seduhan praktis untuk konsumsi harian.
Pemilik Sahil Project, Mardian, mengatakan ekspansi ke Banda Aceh dilakukan dengan melihat potensi pasar produk kesehatan dan gaya hidup praktis yang terus berkembang.
“Kami melihat kebutuhan masyarakat terhadap produk herbal dan layanan yang mudah diakses semakin meningkat. Karena itu, kami mulai merambah pasar Banda Aceh dengan konsep usaha terpadu,” kata Mardian, Senin (29/12/2025.)
Selain produk herbal, Sahil Project juga menawarkan layanan Mitra Problem Solving, yakni layanan kemitraan yang membantu masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari keperluan personal, usaha kecil, hingga kegiatan komunitas. Layanan ini diklaim menjadi nilai tambah dibandingkan usaha sejenis.
Saat ini Sahil Project mengembangkan beberapa lini usaha, meliputi produk herbal tonic, camilan santai dan frozen food, aksesori, serta layanan barang dan jasa lain yang disesuaikan dengan permintaan pasar. Untuk memperluas jangkauan, pemasaran dilakukan melalui platform digital.
Produk herbal tonic Sahil Project dipasarkan dalam dua varian, yakni jahe merah seharga Rp30.000 per sachet dan jahe gajah Rp25.000 per sachet. Ke depan, Sahil Project menargetkan penguatan jaringan pemasaran dan pengembangan produk guna memperluas pangsa pasar di Banda Aceh dan sekitarnya. []


