KIEV – Serangan rudal yang dilancarkan Rusia pada Selasa (22/10) malam menghantam sejumlah distrik di Kiev. Pejabat Ukraina melaporkan insiden itu pada Rabu pagi waktu setempat, di tengah meningkatnya serangan lintas perbatasan antara kedua negara.
Wali Kota Kiev, Vitali Klitschko, mengatakan kebakaran terjadi setelah puing-puing dari senjata udara yang berhasil dihancurkan jatuh di ibu kota. Ledakan itu membakar sejumlah mobil dan memecahkan jendela-jendela bangunan di sekitarnya. “Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan,” tulis Klitschko di aplikasi pesan Telegram, seperti dikutip dari ANTARA.
Sementara itu, di wilayah sekitar Kiev, sebuah rumah pribadi turut terbakar. Seorang wanita lanjut usia mengalami luka akibat peristiwa tersebut, kata Gubernur Regional Mykola Kalashnyk. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Moskow terkait serangan tersebut.
Militer Ukraina pada Selasa malam mengonfirmasi bahwa mereka melancarkan serangan balasan ke wilayah Bryansk, Rusia bagian barat. Target serangan adalah sebuah pabrik kimia yang menjadi lokasi utama produksi mesiu, bahan peledak, dan bahan bakar roket. Operasi itu dilaporkan menggunakan rudal Storm Shadow yang diluncurkan dari udara.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia dalam unggahan di Telegram pada Selasa sore menyebutkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menghancurkan 137 drone Ukraina, termasuk 57 di antaranya di wilayah Bryansk. Gubernur regional Alexander Bogomaz mengatakan tidak ada korban luka maupun kerusakan yang dilaporkan.
Ketegangan ini meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih. Dalam pertemuan itu, Trump menegaskan belum siap memasok rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina.
Sementara itu, rencana pertemuan antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Hongaria ditunda. Trump menyatakan pada Selasa bahwa ia tidak menginginkan “pertemuan yang sia-sia.” []
Rudal Hantam Kiev saat Ukraina dan Rusia Saling Serang


