Jumat, Februari 20, 2026

Risalah The Fed Tekan Pasar Kripto, Harga Bitcoin Anjlok

JAKARTA – Pasar kripto melemah pada perdagangan Kamis pagi, 19 Februari 2026, setelah risalah rapat Federal Reserve (The Fed) memunculkan peluang kenaikan suku bunga. Sentimen tersebut menekan aset berisiko, termasuk Bitcoin, serta saham perusahaan kripto di Amerika Serikat.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 05.45 WIB, kapitalisasi pasar kripto global turun 2,02 persen menjadi US$ 2,29 triliun. Harga Bitcoin merosot 1,96 persen ke level US$ 66.374 per koin atau sekitar Rp 1,12 miliar dengan asumsi kurs Rp 16.922 per dolar AS.

Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar juga terkoreksi 2,47 persen. Sejumlah aset utama ikut tertekan, termasuk Ethereum yang turun 2,65 persen ke US$ 1.946.

Dikutip dari CoinDesk, pelemahan tersebut membuat Bitcoin berada di jalur penurunan mingguan kelima berturut-turut, yang berpotensi menjadi periode koreksi terpanjang sejak pasar bearish kripto pada 2022.

Baca juga:  Tips Berkendara Aman di Bulan Ramadan agar Ibadah Tetap Maksimal

Tekanan juga menjalar ke saham perusahaan terkait kripto. Saham Coinbase berbalik arah dari kenaikan sekitar 3 persen menjadi turun sekitar 2 persen pada akhir perdagangan. Sementara itu, MicroStrategy, perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia, melemah sekitar 3 persen seiring penurunan harga aset digital tersebut.

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Januari menunjukkan sebagian pejabat The Fed membuka kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi. Mayoritas pejabat memang sepakat menunda pemangkasan suku bunga, tetapi beberapa di antaranya mengusulkan pendekatan kebijakan dua arah, yang memungkinkan pengetatan kembali bila inflasi tidak mereda sesuai target.

Sentimen tersebut turut memperkuat dolar AS. Indeks dolar yang mengukur kekuatan mata uang tersebut terhadap sejumlah mata uang utama dunia naik ke level tertinggi dalam hampir dua pekan. Penguatan dolar umumnya memberi tekanan pada aset berisiko seperti saham dan kripto.

Baca juga:  Kodam IM Gelar Tradisi Meugang untuk Lestarikan Budaya Aceh Sambut Ramadhan

Level Kunci Bitcoin

Level US$ 66.000 kini menjadi titik krusial bagi pergerakan Bitcoin. Pekan lalu, level ini sempat menjadi area penopang yang mendorong harga kembali naik hingga di atas US$ 70.000.

Namun, jika level tersebut ditembus secara meyakinkan, pelaku pasar memperkirakan Bitcoin berpotensi melemah lebih jauh menuju kisaran US$ 60.000 atau memasuki fase koreksi baru.

Tekanan pasar ini menegaskan bahwa arah kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan Bitcoin dan aset berisiko global secara keseluruhan. []

Berita Populer

Berita Terkait