Minggu, Februari 22, 2026

Remaja Putri Aceh Belajar Kesehatan Reproduksi dan Inovasi Pembalut Ramah Lingkungan

ACEH BESAR – Sejumlah remaja putri di SOS Children’s Village, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, mengikuti pelatihan pembuatan pembalut ramah lingkungan pada Minggu (7/9). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian The Hive of Inong Seulanga, program inovatif yang digagas mahasiswa penerima beasiswa U-Go Aceh bekerja sama dengan Ikatan Mahasiswa Berprestasi (IKANMAS) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.

Sebanyak 25 peserta, terdiri dari remaja putri dan ibu asuh SOS Children’s Village, terlibat dalam pelatihan tersebut. Mereka didampingi oleh 17 relawan dari berbagai universitas di Aceh. Selain praktik membuat pembalut kain ramah lingkungan, peserta juga mendapatkan edukasi menyeluruh tentang kesehatan reproduksi, pengelolaan keuangan, serta diskusi terbuka mengenai stigma menstruasi yang masih melekat di masyarakat.

“Kami ingin perempuan muda di Aceh lebih percaya diri, memahami kesehatan reproduksi, sekaligus memiliki keterampilan praktis yang inovatif. Harapannya ilmu ini dapat dibagikan kembali di lingkungan sekitar.” ujar Ketua Panitia, Alanis.

Inovasi Pembalut Ramah Lingkungan

Workshop pembuatan pembalut kain ramah lingkungan menjadi puncak acara yang dipandu oleh Rama Afita Dilla dan tim. Peserta diajarkan cara memotong pola, menjahit, hingga merawat pembalut kain agar dapat digunakan berulang kali. Metode ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membantu mengurangi sampah pembalut sekali pakai yang berdampak pada lingkungan.

Baca juga:  ATM Hilang, Nasabah Keluhkan Penarikan Tunai di BSI

Suasana belajar berlangsung interaktif selama dua jam, dengan peserta antusias mencoba langsung proses pembuatan pembalut yang inovatif ini. Pihak SOS Children’s Village Aceh mengapresiasi program ini.

“Kegiatan ini sangat membantu remaja lebih siap menghadapi masa depan dengan ilmu yang bermanfaat dan ramah lingkungan,” kata Rinaldi, Pimpinan SOS Children’s Village Banda Aceh.

Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Literasi Keuangan

Selain itu, materi kesehatan reproduksi disampaikan oleh Salwa Keisha, awardee U-Go sekaligus perwakilan IKANMAS FK USK. Dia menjelaskan pentingnya memahami siklus menstruasi, menjaga kebersihan organ intim, serta meluruskan berbagai mitos yang sering dipercaya.

“Normalnya haid berlangsung 3–7 hari dengan siklus sekitar 28 hari. Pembalut sebaiknya diganti setiap 4–6 jam untuk mencegah infeksi,” ujar Salwa.

Dia menegaskan bahwa larangan berolahraga atau mencuci rambut saat haid tidak memiliki dasar medis. Peserta juga diajak untuk mencatat siklus menstruasi agar lebih mudah mengenali tanda-tanda normal dan gangguan kesehatan.

Baca juga:  Eks Kapolres Bima Kota Dijatuhi Sanksi PTDH dalam Sidang KKEP Terkait Kasus Narkoba

Materi literasi keuangan disampaikan oleh Nabila Al Karimah yang membagikan tips mengatur uang saku, menabung, dan membuat strategi keuangan sederhana. Salah satunya adalah metode “50-30-20”, yang mengajarkan remaja membagi uang saku secara bijak untuk kebutuhan, hiburan, dan tabungan.

Diskusi Stigma Menstruasi

Kegiatan ditutup dengan diskusi kelompok (FGD) yang membahas stigma menstruasi. Diskusi ini membuka ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan mencari solusi agar stigma yang menghambat perempuan muda dapat dikurangi.

Direktur IKANMAS FK USK, Imam Maulana, menekankan pentingnya kolaborasi mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat. “Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa berprestasi tidak hanya unggul akademik, tetapi juga mampu berkontribusi nyata untuk masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak remaja di Aceh.”

Acara diakhiri dengan sesi penghargaan dan dokumentasi bersama. The Hive of Inong Seulanga diharapkan menjadi langkah awal memperkuat literasi kesehatan reproduksi sekaligus mendorong inovasi ramah lingkungan bagi remaja perempuan di Aceh. []

Berita Populer

Berita Terkait