KOTA JANTHO — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Besar menyiapkan 250 kader Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Wira dan Madya melalui kegiatan orientasi yang digelar secara bertahap. Program ini diarahkan untuk membangun kesiapsiagaan, kepedulian sosial, dan jiwa kemanusiaan di kalangan pelajar.
Ketua PMI Kabupaten Aceh Besar, Drs. Syukri A. Jalil, secara resmi membuka orientasi PMR tingkat Wira dan Madya se-Aceh Besar di Markas PMI Aceh Besar, Jumat (9/10/2026). Pembukaan berlangsung dalam bentuk apel yang diikuti pengurus PMI, Kepala Markas PMI Aceh Besar, kepala sekolah, guru pembina, staf, serta relawan PMI.
Dalam amanatnya, Syukri mengatakan, orientasi PMR menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam kegiatan kemanusiaan, termasuk menghadapi situasi darurat dan bencana.
Menurut dia, Aceh Besar merupakan salah satu daerah yang memiliki kerawanan bencana. Karena itu, diperlukan kader muda yang tidak hanya memahami pentingnya kesiapsiagaan, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan kepedulian terhadap sesama.
“Melalui orientasi ini, kita berharap para peserta memiliki ketahanan mental, kesiapsiagaan, dan jiwa relawan. Kita tidak menginginkan bencana terjadi, tetapi kita perlu membekali diri dengan pengetahuan untuk mencegah dan menangani situasi ketika bencana terjadi,” kata Syukri.
Ia menambahkan, anggota PMR memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya kemanusiaan di lingkungan sekolah. Peran tersebut tidak terbatas pada pertolongan pertama, tetapi juga mencakup upaya menjaga kesehatan, mendukung kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), memelihara kebersihan lingkungan, dan mempromosikan perilaku hidup sehat.
Syukri juga mengingatkan bahwa menjadi relawan membutuhkan keikhlasan dan semangat membantu tanpa mengharapkan imbalan.
Menurut dia, kepedulian terhadap sesama merupakan bentuk amal kebaikan yang harus ditanamkan sejak usia sekolah. Dengan demikian, kegiatan PMR diharapkan dapat membentuk karakter pelajar yang peka terhadap persoalan sosial dan siap terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.
“Serap ilmu selama mengikuti orientasi ini. Kalian adalah generasi yang diharapkan memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan,” ujarnya.
*Diikuti 80 Pelajar pada Tahap Pertama
Ketua panitia, Zahratun Nizami, menjelaskan bahwa orientasi PMR tingkat Wira dan Madya se-Aceh Besar dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama dan kedua diperuntukkan bagi PMR tingkat Wira, sedangkan tahap ketiga bagi PMR tingkat Madya.
Tahap pertama yang dimulai pada Jumat (9/10/2026) berlangsung selama tiga hari dan diikuti 80 pelajar dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Aceh Besar.
“Secara keseluruhan, sasaran kegiatan orientasi ini sebanyak 250 peserta dari sekolah-sekolah di Aceh Besar, baik tingkat Wira maupun Madya,” kata Zahratun.
Melalui kegiatan tersebut, PMI Aceh Besar berharap semakin banyak pelajar yang memahami prinsip-prinsip dasar kepalangmerahan, memiliki kesiapan untuk membantu sesama, serta mampu mengembangkan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah.
Orientasi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana dan kepedulian kemanusiaan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas atau relawan dewasa, melainkan juga dapat dimulai dari lingkungan pendidikan melalui peran aktif generasi muda.[]


