Sabtu, Februari 21, 2026

Pertamina Buka Layanan BBM Urgent di Aceh, Aturan Penggunaan Barcode Ditiadakan Selama Darurat Bencana

BANDA ACEH – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut membuka layanan khusus BBM urgent bagi tenaga medis, alat berat, logistik penanganan bencana, dan kebutuhan mendesak lainnya di Aceh. Langkah itu ditempuh untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan di tengah status tanggap darurat banjir yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Masyarakat yang membutuhkan suplai darurat dapat menghubungi nomor layanan +62 822-7692-9620.

‎Pertamina juga menerapkan keringanan dari BPH Migas berupa peniadaan sementara kewajiban penggunaan barcode MyPertamina untuk pembelian BBM subsidi di Aceh. Kebijakan ini diberlakukan agar pelayanan lebih cepat dan mengurangi antrean di SPBU, terutama di daerah yang paling terdampak.

‎“Silakan nomor layanan ini disebarkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Tim kami terus bekerja untuk memastikan energi tetap tersedia,” ujar Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Selasa (2/11/2025).

‎Menurut Fahrougi, cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah jalur distribusi di Aceh lumpuh, mulai dari kawasan Bireuen–Takengon, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, hingga Gayo Lues. Banjir, longsor, dan jembatan putus membuat pergerakan mobil tangki terhambat, bahkan tidak dapat melintas di beberapa titik.

‎Dampaknya, suplai ke SPBU dan SPBE ikut terlambat. Dari 156 SPBU di Aceh, sebanyak 26 di antaranya terdampak akibat akses yang belum pulih. Untuk LPG, 94 dari 133 agen kesulitan beroperasi, serta 9 dari 11 SPBE mengalami kendala. Situasi serupa dalam skala lebih ringan juga terjadi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

‎Fahrougi menegaskan bahwa kekosongan sementara di sejumlah SPBU bukan disebabkan stok habis di terminal, melainkan karena mobil tangki tidak dapat mencapai lokasi. Begitu akses aman atau rute alternatif tersedia, suplai langsung diprioritaskan kembali.

‎“Untuk mengatasi hambatan pasokan LPG, Pertamina menyiapkan skema darurat, termasuk pengiriman melalui jalur laut dari Terminal LPG Arun menuju Banda Aceh atau Aceh Barat. Opsi suplai tambahan dari IT Dumai juga disiapkan bila akses darat ke SPBE tertentu belum pulih,” katanya.

‎Dia juga menyebut bahwa Pertamina telah menambah armada mobil tangki dan Awak Mobil Tangki (AMT), serta mengalihkan jalur suplai dari IT Lhokseumawe ke FT Krueng Raya. Pertamina juga memasok BBM bagi alat berat milik BPBD dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembukaan jalan.

‎“Seiring membaiknya cuaca, penyaluran BBM dan LPG mulai kembali berjalan ke wilayah yang sebelumnya terisolasi. Pertamina mengimbau masyarakat agar membeli BBM dan LPG secukupnya sesuai kebutuhan,” tutupnya. []

Baca juga:  Hujan Tak Surutkan Antusias Warga Sabang, 60 Ekor Ternak Dipotong Saat Meugang Ramadan

Berita Populer

Berita Terkait