BANDA ACEH – Pembangunan jembatan darurat tipe Bailey yang dilaksanakan di wilayah Kodam Iskandar Muda terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Minggu, 29 Maret 2026. Tercatat sebanyak 73 unit jembatan telah direncanakan untuk mendukung pemulihan infrastruktur di berbagai wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh.
Dari total tersebut, sebanyak 39 titik jembatan telah selesai dikerjakan dan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sementara itu, 2 titik lainnya masih dalam tahap pemasangan, serta 26 titik (28 set Bailey) masuk dalam rencana pemasangan lanjutan. Selain itu, terdapat 4 set Bailey yang disiapkan sebagai cadangan untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak di lapangan.
Pembangunan jembatan Bailey ini tersebar di sejumlah kabupaten, antara lain Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, dan Nagan Raya. Jembatan-jembatan tersebut umumnya dibangun untuk menggantikan infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir maupun untuk membuka kembali akses vital antarwilayah.
Beberapa jembatan strategis yang telah selesai antara lain Jembatan Teupin Mane, Teupin Reudeup, Jeumpa/Cot Bada, Matang Bangka di Kabupaten Bireuen, serta Jembatan Weh Pase di Bener Meriah yang menghubungkan jalur Aceh Utara–Takengon. Selain itu, pembangunan juga mencakup jembatan di wilayah terpencil seperti Panton Nisam di Aceh Utara dan Beutong Ateuh di Nagan Raya yang sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat.
Di wilayah Aceh Utara, sejumlah jembatan yang terdampak banjir seperti Alue Leuhop, Teupin Reusep, Matang Panyang, Bluka Teubai, hingga Kubu telah berhasil diselesaikan dengan menggunakan material Bailey modular bantuan Kementerian Pertahanan. Pengerjaan dilakukan oleh satuan Zeni TNI AD, antara lain Yonzipur, Yonzikon, dan Denzipur, dengan melibatkan puluhan personel di setiap titik.
Sementara itu, pada bulan Maret 2026, beberapa jembatan tambahan seperti Lae Sipola dan Situban Makmur di Aceh Singkil, Jembatan Brigif di Aceh Utara, serta Lukup Sabun Barat di Aceh Tengah juga telah rampung dan mulai difungsikan. Hal ini menunjukkan percepatan kerja yang optimal dalam mendukung pemulihan pascabencana.
Adapun untuk jembatan yang masih dalam tahap pengerjaan, seperti Jembatan Bergang di Aceh Tengah yang saat ini mencapai progres 9 persen, serta Jalur Dua Bandara Rembele di Bener Meriah dengan progres 14 persen, terus dikebut pengerjaannya melalui tahapan persiapan lahan, mobilisasi material, hingga perakitan konstruksi.
Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah penyesuaian di lapangan yang dilakukan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembangunan. Beberapa jembatan mengalami perubahan lokasi atau penggantian sasaran karena faktor teknis, ketersediaan material, maupun pertimbangan strategis terhadap arus lalu lintas masyarakat. Selain itu, beberapa titik juga dibatalkan karena telah ditangani oleh pihak lain atau dinilai sudah kembali fungsional.
Program pembangunan jembatan Bailey ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AD, khususnya jajaran Zeni di wilayah Kodam IM, dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan infrastruktur serta mendukung konektivitas antarwilayah. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah terdampak.
Kodam Iskandar Muda menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara maksimal dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, serta keselamatan kerja. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan dalam percepatan pembangunan infrastruktur tersebut.
Dengan capaian yang terus meningkat, diharapkan seluruh target pembangunan jembatan Bailey di wilayah Kodam IM dapat segera diselesaikan, sehingga akses transportasi masyarakat kembali normal dan aktivitas sosial ekonomi dapat berjalan lancar seperti sediakala.[]


