JAKARTA – Harta kekayaan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, tercatat mengalami peningkatan sejak bergabung dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Di sisi lain, mantan aktivis reformasi tersebut belakangan menjadi sorotan setelah mendapat kritik dari sejumlah mahasiswa yang menilainya telah meninggalkan idealisme perjuangan reformasi.
Peristiwa itu terjadi saat Budiman menjadi narasumber dalam sebuah diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam acara tersebut, hadir pula Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Berdasarkan potongan video yang diunggah akun media sosial Sudaryono, Budiman tengah berbicara mengenai Tiyo Ardianto ketika sejumlah mahasiswa datang membawa pengeras suara.
“Jangan ada yang menyentuh Tiyo, setersinggung apa pun jangan punya pikiran atau membuat manuver yang mencelakai dia,” kata Budiman.
Tak lama kemudian, para mahasiswa mulai menyuarakan protes terhadap kehadiran tiga pejabat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di kampus tersebut.
“Ok, ok. Gak apa-apa,” respons Budiman.
Awalnya Budiman dan Sudaryono masih tampak tersenyum menghadapi aksi tersebut. Namun dalam hitungan menit, area panggung yang sebelumnya ditempati ketiga pejabat itu dipenuhi mahasiswa yang berteriak dan membentangkan spanduk.
Sudaryono bahkan mengaku mengalami pemukulan serta penyiraman air saat insiden berlangsung.
Salah seorang mahasiswa terdengar meneriakkan kritik kepada Budiman.
“Budiman Sudjatmiko adalah pengkhianat reformasi. Semua di sini membicarakan Pancasila,” ujar mahasiswa tersebut.
Menanggapi hal itu, Budiman sempat mengajak para mahasiswa berdialog.
“Teman-teman, silakan. Ayo kita diskusi. Ada yang mau dibicarakan?” kata Budiman.
Namun mahasiswa kembali melontarkan kritik.
“SPPG ini satuan penjilat Prabowo-Gibran. Orang-orang ini pergi dari sini. Satuan Penjilat Prabowo-Gibran,” teriak mereka.
Budiman kemudian menanggapi dengan menawarkan ruang dialog.
“Anda pro demokrasi atau tidak? Ayo kita dialog,” ujarnya.
Budiman dikenal sebagai aktivis pada era reformasi dan pernah menjabat Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD). Namanya dikenal luas karena kerap mengkritik ketimpangan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Kini, ia menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Meski demikian, Budiman menegaskan dirinya tidak berubah.
“Saya jawab, aku masih seperti Budiman yang dulu. Saya enggak berubah,” kata Budiman, dikutip dari Kompas.com.
Budiman dilantik sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan pada 22 Oktober 2024. Pada tahun yang sama, total harta kekayaannya yang dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mencapai Rp 6.431.426.000.
Setahun kemudian, nilai kekayaannya meningkat sekitar 13,91 persen. Dalam LHKPN 2025, total kekayaan Budiman tercatat sebesar Rp 7.326.202.873.
Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan saat dirinya masih menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan pada 2018, ketika total hartanya tercatat sebesar Rp 1.794.412.938.
Meski demikian, Budiman membantah memperoleh kekayaan dari jabatan yang diembannya.
“Saya enggak pernah mencari kekayaan dari jabatan saya. Saya paham penderitaan rakyat yang kamu sampaikan, saya mengerti. Saya bilang, saya Budiman yang dulu, tidak berubah,” ujarnya.
Menurut Budiman, salah satu mahasiswa yang melakukan protes bahkan mengaku pernah mengaguminya.
“Salah satu dari mereka bilang, ‘Saya mengidolakan Anda dari dulu, tapi Anda mengkhianati kami. Anda hidup enak-enak. Piye, penak ta dadi menteri Prabowo? Lali karo rakyat?’ (Bagaimana, enak jadi menteri Prabowo? Lupa dengan rakyat?),” tutur Budiman.
Rincian Harta Kekayaan Budiman Sudjatmiko Berdasarkan LHKPN 2025
A. Tanah dan Bangunan: Rp 4.400.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 187 m²/250 m² di Jakarta Timur (hasil sendiri): Rp 4.400.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp 1.100.000.000
- Nissan Evalia 1.5 tahun 2012: Rp 50.000.000
- Mitsubishi Mirage 1.2 A/T tahun 2013: Rp 50.000.000
- Hyundai Palisade tahun 2023: Rp 1.000.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya: Rp 1.679.170.000
D. Surat Berharga: Nihil
E. Kas dan Setara Kas: Rp 825.032.873
F. Harta Lainnya: Rp 150.000.000
Sub Total Harta: Rp 8.154.202.873
Total Utang: Rp 828.000.000
Total Harta Kekayaan: Rp 7.326.202.873


