Pemko Sabang Sambut Swasembada Pangan Berbasis Sekolah, Siapkan Generasi Penggerak Ketahanan Pangan

SABANG – Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan dan hasil panen, tetapi juga oleh kesiapan generasi yang akan mengelolanya di masa depan.

Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kota Sabang menyambut pelaksanaan program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah yang diinisiasi Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong regenerasi sektor pertanian sejak usia sekolah.

Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran YSPN di Kota Sabang dan perhatian yang diberikan terhadap penguatan sektor pangan di wilayah kepulauan.

Menurutnya, kehadiran YSPN membawa pandangan baru bahwa tantangan pertanian dan pangan ke depan tidak lagi hanya dipahami dari sisi keterbatasan lahan, tetapi juga dari kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Tentunya kita sangat berterima kasih kepada para pengurus YSPN yang telah hadir bersama kita di Kota Sabang. Kehadiran beliau ini memberikan arti bagi masyarakat yang hidup di kepulauan, di ujung terbarat republik ini,” ujar Andri, Kamis (18/6).

Ia menilai, apa yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan lahan tidak lagi menjadi hambatan utama ketika generasi yang dipersiapkan telah memiliki pola pikir dan kemampuan yang modern.

Baca juga:  Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

“Seperti yang disampaikan Pak Ketua tadi, hari ini lahan tidak lagi menjadi soal ketika generasi ke depan telah kita siapkan menjadi generasi modern. Sama halnya dengan pertanian dan ketahanan pangan yang hari ini terus didorong secara luas untuk menjamin swasembada pangan bagi republik ini,” lanjutnya.

Andri menambahkan, kebutuhan terhadap pangan akan terus ada sehingga berbagai upaya penguatan sektor tersebut harus terus dilakukan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi pertanian dan inovasi yang sesuai dengan kondisi daerah.

“Karena masyarakat tetap membutuhkan makanan pokok, tentunya kita tidak bisa berhenti. Ke depan, lahan pertanian yang kecil bisa kita gantikan dengan teknologi modern dari sektor pertanian itu sendiri,” katanya.

Sekda Kota Sabang berharap penguatan ketahanan pangan dapat berjalan seiring dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia, sehingga lahir generasi yang siap menjadi penggerak kemandirian pangan daerah maupun nasional.

Sementara itu, Ketua Umum YSPN, Daryatmo, menjelaskan bahwa program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah lahir dari gagasan bahwa pembangunan pangan tidak cukup hanya berfokus pada komoditas, tetapi juga pada pembangunan manusianya.

Baca juga:  Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Pastikan Kesiapan Cadangan Pangan

“Kalau kita bicara pangan, selama ini yang dibicarakan selalu objeknya beras, jagung, dan sebagainya. Sedikit sekali yang bicara siapa yang menjadi subyeknya, yaitu sumber daya manusia. Kalau ke depan pertanian diwujudkan secara modern, maka SDM-nya juga harus SDM yang modern, yaitu yang sekarang masih ada di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Ia mengatakan salah satu tujuan program tersebut adalah menjawab tantangan regenerasi petani dengan mengajak generasi muda melihat pertanian sebagai sektor yang lebih luas dan inovatif.

“Kami ingin mengatasi krisis generasi petani dengan mengajak generasi muda dan siswa sekolah memahami bahwa pertanian ini tidak hanya sekadar menanam saja, tetapi merupakan aktivitas agrobisnis yang sangat inovatif,” kata Daryatmo.

Dia menambahkan, sekolah juga menjadi ruang yang strategis untuk menanamkan nilai tanggung jawab, gotong royong, dan inovasi kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan pangan di masa mendatang. []

Berita Populer

Berita Terkait