BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menegaskan penanganan darurat banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah diprioritaskan pada evakuasi warga, pembukaan akses transportasi yang terputus, dan percepatan distribusi logistik, terutama ke wilayah terisolir.
Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, dalam konferensi pers di Posko Tanggap Darurat Banjir dan Longsor, Sabtu malam, mengatakan pemerintah bersama Basarnas dan instansi terkait terus mengevakuasi warga di daerah terdampak. Upaya pembukaan kembali akses ke Kabupaten Bener Meriah dan sekitarnya juga dikerjakan dengan pembangunan jembatan bailey.
“Kita sudah mengirimkan alat berat. Besok harusnya sudah mulai bekerja menyambung beberapa titik yang terputus sehingga distribusi logistik bisa lebih cepat,” kata Nasir.
Nasir menyebut pemerintah telah menyalurkan 10 ton beras ke Subulussalam, Pidie Jaya, dan Aceh Utara pada Jumat lalu. Pada Minggu, pemerintah mengirim 10 ton beras ke Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Singkil, dan Aceh Tenggara; 5 ton ke Langsa dan Aceh Tamiang; serta 3 ton ke Beutong Ateuh, Nagan Raya. Penyaluran logistik tambahan dilakukan BPBA bersama Dinas Sosial, Kodam Iskandar Muda, dan Polda Aceh melalui posko terpadu di setiap kabupaten/kota.
Selain jalur darat, bantuan juga dikirim lewat kapal ke Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang melalui Pelabuhan Krueng Geukueh dan Kuala Langsa. Pemerintah turut berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi LPG dan BBM berjalan melalui Pelabuhan Malahayati karena akses darat masih terputus.
Wakil I Aster Kasdam Iskandar Muda, Kolonel Inf Fransisco, mengatakan seluruh posko telah diminta mendata koordinat desa yang masih terisolir sebagai dasar pengiriman bantuan udara. Untuk mengatasi hambatan komunikasi, perangkat Starlink telah dikirim ke Bener Meriah dan Takengon.
Dukungan udara juga ditambah dari tiga menjadi enam helikopter, sesuai instruksi Menteri Pertahanan. Helikopter akan digunakan untuk pemulihan jaringan listrik yang ditargetkan pulih dalam dua hari dan distribusi bantuan ke lokasi yang belum dapat dijangkau melalui darat.
Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menghambat proses penanganan. “Mohon doanya agar semua proses berjalan lancar. Kami di pusat akan terus memberikan perhatian dan bantuan semaksimal mungkin,” ujar Fransisco.
Pemerintah Aceh memastikan koordinasi dengan BNPB, Mabes TNI, dan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mempercepat evakuasi, penyaluran bantuan, serta pemulihan konektivitas di seluruh wilayah terdampak. Pemerintah mengajak masyarakat tetap waspada dan mendukung percepatan penanganan bencana. []


