BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mempercepat pemulihan konektivitas yang terputus akibat banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, mengatakan jalur Bireuen–Aceh Utara menjadi prioritas dan tengah dikerjakan pembangunan Jembatan Bailey yang ditargetkan rampung dalam tiga hari.
“Konektivitas Bireuen–Aceh Utara sudah mendapatkan solusi. Pembangunan jembatan Bailey hari ini sudah mulai dikerjakan dan ditargetkan selesai dalam tiga hari,” kata Nasir dalam konferensi pers di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh 2025, Ahad (30/11/2025).
Selain Bireuen–Aceh Utara, akses Aceh Utara–Bener Meriah juga tengah dibuka dengan dukungan enam alat berat pemerintah dan swasta. Perbaikan serupa dilakukan di jalur Abdya–Gayo Lues serta Gayo Lues menuju Aceh Tengah dan Aceh Tenggara.
“Aceh Tenggara sudah tembus ke Sumatera Utara. Fokus berikutnya menembus jalur tengah agar konektivitas kembali normal,” ujar Nasir.
Evakuasi dan Distribusi Bantuan Dipercepat
Nasir menyebut percepatan evakuasi warga terdampak menjadi prioritas. Di Pidie, seluruh warga telah dievakuasi, sementara di Pidie Jaya proses evakuasi mencapai 95 persen. Basarnas, TNI-Polri, dan relawan juga dikerahkan ke Aceh Utara untuk membuka jalur baru sekaligus mempercepat evakuasi.
Di Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang, evakuasi dan distribusi bantuan berjalan paralel. Adapun wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah yang masih terisolasi akibat longsor akan menerima suplai logistik melalui jalur udara.
“Basarnas akan menyertai setiap penerbangan logistik. Harapannya dalam dua hari titik-titik terisolasi sudah bisa dijangkau,” kata Nasir.
Nasir menambahkan, setelah akses Bener Meriah terbuka, jalur menuju Aceh Tengah akan ikut pulih. []


