Senin, Maret 9, 2026

Ogah Disalahkan atas Tewasnya 165 Siswi, Trump Tuduh Iran Bombardir Sekolahnya Sendiri

JAKARTA – Presiden AS Donald Trump menyalahkan Iran dalam serangan mematikan terhadap sebuah sekolah di wilayah Minab bagian selatan.

“Kami pikir itu dilakukan oleh Iran. Karena mereka sangat tidak akurat, seperti yang Anda ketahui, dengan amunisi mereka. Mereka sama sekali tidak akurat,” kata Trump di atas pesawat Air Force One, dikutip dari AFP.

Menurut pihak berwenang Iran, serangan udara menghantam sebuah sekolah dasar putri pada Sabtu (28/2/2026), menewaskan lebih dari 150 orang, sebagian besar adalah siswi.

Israel dan Amerika Serikat belum mengaku bertanggung jawab atas serangan yang dilaporkan tersebut.

Pejabat AS mengatakan, serangan itu masih dalam penyelidikan, sementara Iran menyalahkan Washington atas serangan itu.

AFP belum dapat mengakses lokasi kejadian untuk memverifikasi insiden tersebut, maupun untuk mendapatkan konfirmasi independen mengenai jumlah korban.

Klaim sekolah jauh dari kawasan militer

Sebelumnya, Juru Bicara Departemen Pertahanan AS dan tentara Israel mengatakan kepada majalah Time dan kantor berita Associated Press, mereka tidak mengetahui sebuah sekolah telah terkena serangan.

Beberapa laaman dan akun media sosial terkait dengan Israel mengeklaim, lokasi tersebut adalah bagian dari pangkalan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Namun, analisis yang dilakukan oleh unit investigasi digital Al Jazeera terhadap citra satelit yang dikumpulkan selama lebih dari satu dekade, serta klip video terbaru, laporan berita yang dipublikasikan, dan pernyataan dari sumber resmi Iran, menceritakan kisah yang sangat bertolak belakang.

Baca juga:  Perang AS-Iran Bikin Pusing, Warga di Berbagai Negara Panic Buying BBM

Temuan tersebut mengungkapkan, sekolah itu jauh dari lokasi militer setidaknya selama 10 tahun terakhir.

Investigasi ini juga menunjukkan pola serangan tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar tentang keakuratan informasi intelijen yang menjadi dasar serangan tersebut.

Dugaan serangan yang menargetkan sekolah secara sengaja pun mulai menguat.
Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, mereka telah menargetkan pangkalan AS di UEA yang menurut mereka telah digunakan sebagai balasan peluncuran untuk serangan tersebut.
“Pangkalan udara Al-Dhafra, milik teroris Amerika di wilayah tersebut, menjadi sasaran serangan menggunakan drone dan rudal presisi,” kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah.

Sekolah untuk anak anggota IRGC

Dengan meninjau sumber terbuka dan melacak catatan resmi Iran, detail penting muncul tentang sekolah itu sendiri, Sekolah Shajareh Tayyebeh di Minab adalah bagian dari jaringan luas sekolah yang secara struktural dan administratif berafiliasi dengan Angkatan Laut IRGC.
Sekolah-sekolah ini diklasifikasikan sebagai lembaga nirlaba dan terutama ditujukan untuk menyediakan layanan pendidikan bagi putra dan putri anggota Angkatan Laut IRGC.
Pesan-pesan pendaftaran yang diunggah di saluran aplikasi pesan Iran “Baleh” menunjukkan bahwa prosedur penerimaan memprioritaskan anak-anak personel militer.
Dalam lebih dari satu pengumuman, anak-anak anggota Angkatan Laut IRGC secara eksplisit diundang untuk hadir pada hari-hari tertentu untuk menyelesaikan pendaftaran kelas satu.
Sementara, pemberitahuan lain menyatakan bahwa pendaftaran untuk anak-anak di luar anggota pasukan IRGC dibuka pada hari yang berbeda.

Mengapa Minab jadi target pertama?

Untuk memahami motif Minab jadi salah satu target pertama AS-Israel, kota tersebut harus ditempatkan dalam konteks geostrategis yang lebih luas.
Minab terletak di Hormozgan di Iran tenggara, sebuah provinsi yang sangat penting secara militer karena menghadap langsung ke Selat Hormuz dan perairan Teluk.
Ini menjadikannya pusat utama bagi operasi pasukan angkatan laut IRGC, NESDA.
Angkatan Laut IRGC menganut strategi yang dikenal sebagai “perang asimetris” yang mengandalkan pengerahan kapal cepat, drone, dan platform rudal pantai yang mampu mengganggu pelayaran atau menargetkan kapal angkatan laut musuh.
Dalam konteks ini, kompleks militer “Sayyid al-Shuhada” di Minab menonjol. Kompleks ini mencakup markas-markas utama, terutama markas Brigade Asif.
Brigade rudal Asif dianggap sebagai salah satu sayap serang terpenting Angkatan Laut IRGC. []

Berita Populer

Berita Terkait