Jumat, Februari 20, 2026

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Dari Pelemahan ke Penguatan

JAKARTA – Nilai tukar rupiah diprediksi masih melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan Jumat, 22 Agustus 2025. Mengacu pada data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 62,5 poin atau 0,38 persen ke posisi Rp16.350,5 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada saat yang sama, indeks dolar AS menguat tipis sebesar 0,11 persen ke level 98,73. Penguatan dolar menekan mayoritas mata uang Asia lainnya. Yen Jepang tercatat turun 0,14 persen, rupee India melemah 0,38 persen, sementara ringgit Malaysia dan baht Thailand masing-masing turun 0,08 persen dan 0,04 persen.

Pelemahan ini memperpanjang tren negatif rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Sehari sebelumnya, Kamis, 21 Agustus 2025, rupiah juga ditutup melemah 0,11 persen ke posisi Rp16.289,5 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar naik 0,02 persen ke level 98,23.

Mengutip laporan Reuters, sentimen negatif yang melanda pasar Asia turut menyeret pergerakan rupiah. Di antaranya, pelemahan yuan China setelah data penjualan ritel Juli hanya tumbuh 3,7 persen secara tahunan, jauh di bawah proyeksi 5,9 persen.

“Sentimen terhadap rupiah Indonesia kini berubah negatif setelah sebelumnya positif. Sementara itu, posisi short terhadap dolar Taiwan mulai dikurangi. Di sisi lain, Bank Indonesia mengejutkan pasar dengan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rabu lalu,” tulis Reuters dalam laporannya.

Baca juga:  Hujan Tak Surutkan Antusias Warga Sabang, 60 Ekor Ternak Dipotong Saat Meugang Ramadan

Secara teknikal, dalam sebulan terakhir rupiah masih mencatatkan kenaikan tipis 0,51 persen. Namun dalam cakupan 12 bulan, rupiah telah terdepresiasi sebesar 4,81 persen dan sempat menyentuh rekor terendah Rp17.107 per dolar AS pada April 2025.

Berdasarkan proyeksi Trading Economics, nilai tukar rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp16.300,2 per dolar AS pada akhir kuartal III 2025, dan bergerak ke Rp16.595,1 dalam satu tahun mendatang.

Dari dalam negeri, pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyoroti kebijakan fiskal sebagai salah satu faktor penekan terhadap rupiah. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, pemerintah berencana menarik utang baru sebesar Rp781,87 triliun. Dana tersebut akan diperoleh melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp749,19 triliun serta pinjaman neto sebesar Rp32,67 triliun.

“Rencana pembiayaan utang yang besar ini berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah, meskipun nilai pinjaman neto menurun dibanding outlook 2025,” ujar Ibrahim.

Dari sisi eksternal, ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina masih menjadi perhatian. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan komitmen untuk menjamin keamanan Ukraina sebagai bagian dari upaya diplomasi. Namun, kebijakan tarif tambahan terhadap India akibat pembelian minyak dari Rusia menimbulkan ketidakpastian baru di pasar global.

Baca juga:  Tips Berkendara Aman di Bulan Ramadan agar Ibadah Tetap Maksimal

Rupiah Berbalik Menguat pada Perdagangan Sore

Setelah sempat tertekan di pagi hari, rupiah berbalik menguat pada akhir sesi perdagangan. Pada pukul 15.32 WIB, rupiah ditutup menguat 0,56 persen atau 91,5 poin ke level Rp16.259 per dolar AS. Indeks dolar AS di waktu yang sama juga mencatatkan penguatan sebesar 0,16 persen ke posisi 97,88.

Penguatan rupiah telah terlihat sejak siang hari. Pada pukul 14.12 WIB, rupiah sempat berada di level Rp16.254,5 atau menguat 0,59 persen. Indeks dolar saat itu naik tipis 0,09 persen ke posisi 97,81.

Penguatan berlanjut di sesi tengah hari. Pada pukul 12.20 WIB, rupiah bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,56 persen ke posisi Rp16.259 per dolar AS. Sementara indeks dolar menguat 0,17 persen ke 97,88.

Pada pagi hari, pukul 11.03 WIB, rupiah juga menguat ke level Rp16.254,5 atau naik 0,59 persen, dengan indeks dolar naik 0,14 persen ke 97,85.

Rupiah dibuka menguat pada awal perdagangan, yakni 0,57 persen atau 94 poin ke posisi Rp16.256,5 per dolar AS pada pukul 09.09 WIB. Di saat bersamaan, indeks dolar menguat 0,23 persen ke posisi 97,94. []

Berita Populer

Berita Terkait