Jumat, Februari 20, 2026

Mualem Tegaskan Revisi UUPA sebagai Langkah Penting bagi Aceh

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) menjadi langkah penting dan mendesak bagi masa depan provinsi ujung barat Indonesia itu.

Pernyataan itu disampaikan Mualem, sapaan akrabnya, saat menerima kunjungan pimpinan dan anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Pendopo Gubernur Aceh, Selasa (21/10/2025).

“Atas nama pemerintah dan rakyat Aceh, kami berterima kasih kepada Baleg DPR RI yang telah berdialog langsung dengan berbagai pihak. Kehadiran mereka mencerminkan kesungguhan wakil rakyat mendengar suara Aceh,” kata Mualem.

Mualem menekankan, revisi UUPA menjadi cita-cita besar masyarakat Aceh. Langkah ini penting untuk menjamin keberlanjutan kebijakan strategis, seperti penguatan Dana Otonomi Khusus (Otsus), pembagian hasil pengelolaan sumber daya alam, dan penegasan kewenangan antara pemerintah Aceh dan pusat.

Baca juga:  Kodam IM Gelar Tradisi Meugang untuk Lestarikan Budaya Aceh Sambut Ramadhan

“Perpanjangan dana Otsus sangat penting bagi pembangunan dan masa depan Aceh,” ujar Mualem.

Dana ini, menurut dia, telah banyak memberikan manfaat bagi pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Mualem menekankan penanganan penambangan liar yang menggunakan merkuri. Pemerintah Aceh telah mengeluarkan instruksi gubernur untuk menata izin sektor sumber daya alam, termasuk skema koperasi pertambangan rakyat.

Ketua Baleg DPR RI, Bob Hasan, menyatakan revisi UUPA bukan untuk mengubah kekhususan Aceh, melainkan memperkuatnya agar sejalan dengan hukum nasional.

“Semangat MoU Helsinki tetap menjadi sumber utama revisi UUPA. Penyelarasan hanya pada frasa hukum, substansi tetap sama: demokrasi politik, demokrasi ekonomi, dan kekhususan Aceh,” kata Bob.

Baca juga:  Warga Simeulue Tewas Diterkam Buaya, Pemerintah Didesak Serius Tangani Konflik Satwa

Bob berharap proses revisi selesai tahun ini. “Semangat Mualem untuk Aceh yang maju dan berdaulat harus kita dukung bersama,” tambahnya.

Selain itu, Mualem menyoroti potensi besar Aceh di sektor energi, termasuk cadangan gas di wilayah Andaman oleh Mubadala Energy.

Dia juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap proyek strategis seperti pembangunan Terowongan Geurutee, vital untuk kelancaran transportasi di wilayah barat selatan Aceh. []

Berita Populer

Berita Terkait