Rabu, Februari 11, 2026

Mualem: Kagama Harus Jadi Motor Pembangunan Aceh

‎BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengajak Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Aceh bersinergi dengan pemerintah dalam membangun Aceh.

‎Hal itu disampaikan Mualem, sapaan Muzakir, pada kegiatan pelantikan Pengda Kagama Aceh di Anjong Mon Mata, kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Sabtu, 6 September 2025.

‎“Aceh memiliki potensi yang luar biasa. Dengan kepakaran anggota Kagama di berbagai bidang, kami mengajak bapak-ibu mendukung serta terlibat dalam program pembangunan yang sedang berjalan,” kata Mualem.

‎Dia menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan. “Ini saatnya kita membangun Aceh. Jaga kekompakan demi rakyat Aceh, demi masa depan yang lebih makmur,” ujarnya.

‎Mualem juga menyinggung kondisi geopolitik dan ekonomi global yang tak menentu. “Besar atau kecil, Indonesia khususnya Aceh akan merasakan dampaknya. Karena itu kita harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi,” ucap Mualem.

‎Menurutnya, Kagama dengan sumber daya manusia yang mumpuni bisa memberi kontribusi besar. “Saya memberi simbol P untuk Kagama Aceh, yakni pemaju, pencipta, dan pengayom. Banyak hal besar berawal dari mimpi. Dengan kekompakan, mimpi itu bisa kita wujudkan,” kata dia.

‎Mualem berharap dukungan Kagama akan membantu Aceh keluar dari status sebagai daerah miskin. “Selamat kepada pengurus Kagama yang baru dilantik. Mari kita bersatu padu untuk menyejahterakan masyarakat Aceh,” tuturnya.

‎Wakil Menteri Komunikasi Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, yang juga Sekjen PP Kagama, menegaskan ajakan Mualem selaras dengan misi Kagama. “Pak Gubernur mengajak kita berkontribusi. Apalagi Ketua Pengda adalah Sekda Aceh, ini menjadi kewajiban kita mendukung program pembangunan,” kata Nezar.

‎Nezar menyoroti tiga sektor penting: pendidikan, kesehatan, dan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM. “Kita harus segera berubah agar tidak selalu bertumpu pada APBA. Menurunkan angka kemiskinan dari 12,33 persen menjadi 7 persen memang ambisius, tapi bukan mustahil,” ujarnya.

‎Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, yang dilantik sebagai Ketua Pengda Kagama Aceh, menekankan pentingnya kontribusi nyata. “Berdasarkan data BPS, kemiskinan Aceh 12,33 persen atau sekitar 700 ribu jiwa. Kita harus merumuskan langkah konkret agar angka ini terus menurun,” kata Nasir.

‎Menurut Nasir, pemerintahan Mualem–Dek Fadh telah menurunkan jumlah penduduk miskin hingga 14 ribu orang. Target ke depan, kata dia, sesuai RPJMN Presiden Prabowo, kemiskinan Aceh bisa ditekan ke angka 6–7 persen dengan pertumbuhan ekonomi 6,44 persen pada 2029.

‎“Meski dianggap ambisius, kita harus bergerak. Di sinilah peran Kagama diperlukan,” ujarnya.

‎Rektor UGM, melalui Kepala Biro Manajemen Strategis Wirastuti Widyatmanti, mengapresiasi dukungan Pemerintah Aceh terhadap ratusan mahasiswa UGM yang sedang KKN di Aceh. “Saat ini ada 2.480 alumni UGM di Aceh. Kami mengundang Kagama Aceh berkontribusi dalam program hilirisasi UGM,” kata Wirastuti.

‎Dia berharap motto Guyub, Rukun, Migunani bisa hadir dalam versi Aceh. “Salah satu harapan kami adalah menghimpun slogan ini dalam 38 bahasa dari 38 provinsi di Nusantara,” tuturnya. []

Berita Populer

Berita Terkait