Senin, Februari 9, 2026

Mualem Buka MTQ Aceh ke-37, Tekankan Al-Qur’an sebagai Panduan Hidup

MEUREUDU – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Aceh di Kompleks Perkantoran Pemkab Pidie Jaya, Sabtu malam (1/11/2025). Kegiatan ini berlangsung hingga 8 November dan diikuti 1.986 orang, termasuk peserta, pelatih, ofisial, dan tim medis.

Sebelum membuka acara, Mualem bersama Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah, dan istri Irawati menjalani prosesi peusijuek oleh Teungku Anwar Usman di Pendopo Bupati Pidie Jaya. Ribuan warga memadati lokasi saat defile kafilah dari seluruh kabupaten dan kota menandai pembukaan MTQ.

Baca juga:  Capella Daihatsu Medan Kumpulkan 196 Kantong Darah dari Kegiatan Donor

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, MTQ ke-37 di Pidie Jaya resmi dibuka,” kata Mualem.

Dia menekankan MTQ bukan sekadar lomba membaca atau menghafal Al-Qur’an, melainkan momentum menumbuhkan kecintaan umat kepada Al-Qur’an dan memperkuat identitas Aceh sebagai masyarakat berlandaskan Islam.

“Al-Qur’an hadir sebagai panduan abadi yang menuntun umat menuju kehidupan damai, adil, dan bermartabat. Semangat Al-Qur’an harus hidup dalam perilaku dan kebijakan sehari-hari,” ujarnya.

Mualem juga menegaskan rencana menjadikan kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai syarat utama pendidikan dan rekrutmen, khusus bagi muslim.

“Ke depan, masuk SMP dan SMA harus tes baca Al-Qur’an, bahkan TNI dan Polri juga. Insyaallah, ini kami programkan agar Aceh lebih maju dan makmur,” katanya.

Baca juga:  Capella Daihatsu Medan Kumpulkan 196 Kantong Darah dari Kegiatan Donor

Dalam bahasa Aceh, dia menekankan pentingnya tes baca Al-Qur’an sebagai identitas Serambi Makkah. “Bek watei tapeugot tes baca Al-Qur’an eunteuk ka yo. Nyan kunci tanyoe Seuramoe Mekkah, meuhan peu syit ta ok-ok tanyoe Seramoe Mekkah,” yang berarti: “Jangan takut kalau ada tes baca Al-Qur’an. Itu kunci kita sebagai Serambi Makkah, jangan hanya namanya saja.”

Bagi Mualem, langkah ini menjadi bagian dari memperkuat penerapan syariat Islam di Aceh. “Supaya betul-betul Aceh menjadi negeri syariat Islam yang kita banggakan. Al-Qur’an membuat kita selamat di dunia dan akhirat,” tuturnya. []

Berita Populer

Berita Terkait