Kamis, Februari 12, 2026

Mualem Bertemu Dirut PGN, Bahas Temuan Blok Migas Andaman Aceh

JAKARTA – Gubernur Aceh terpilih, Muzakir Manaf (Mualem), menemui Direktur Utama Perusahaan Gas Negara (PGN), Aried Setiawan Handoko, di Jakarta, pada Selasa (24/12/2024).

“Membahas berbagai hal berkaitan dengan migas di Aceh,” kata Mualem.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini diinisiasi oleh putra-putra Aceh yang berkiprah dalam sektor migas. Di antaranya adalah Chowadja Sanova, mantan Komisaris PT Perta Arun Gas (PAG) yang kini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Semen Baturaja, Tbk.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Kepala Perwakilan SKK Migas Area Kalimantan-Sulawesi, Azhari Idris, yang juga merupakan pendiri Badan Pengelola Migas Aceh.

Fokus utama pembahasan, menurut Mualem, adalah temuan cadangan gas alam oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Mubadala Energy. Temuan ini terletak di sumur Layaran-1 dalam wilayah Blok Laut Andaman Selatan, tepatnya di lepas pantai (offshore) Provinsi Aceh.

Menurut laporan dari Mubadala Energy (South Andaman) RSC LTD, temuan ini memiliki potensi migas mencapai 8,5 triliun kaki kubik (TCF) gas-in-place.

“Tentu ini membawa angin segar dan harapan baru bagi industri migas regional maupun nasional,” kata Mualem.

Pada pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai hal strategis terkait dengan rencana eksploitasi sumur gas Layaran-1. Selain itu, dibahas juga mengenai perizinan, kepatuhan (compliance), kesiapan fasilitas pendukung, komitmen dari Pemerintah Aceh, serta rencana program pengembangan sosial masyarakat Aceh.

Dalam kesempatan itu, kata Mualem, PGN menyatakan dukungan penuh dalam proses komersialisasi Blok Andaman ini serta blok-blok migas lainnya di Aceh.

“Saya berharap PGN dapat bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Aceh (BUMA), termasuk dalam implementasi CSR yang mendukung pembangunan Aceh,” kata dia.

Mualem juga mengharapkan mega proyek ini akan membawa dampak signifikan bagi penyerapan tenaga kerja di Aceh, serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah dan efek domino bagi perekonomian Aceh dan Indonesia.

Secara terpisah, Azhari Idris, yang juga merupakan pendiri Badan Pengelola Migas Aceh mengatakan Pemerintah Aceh perlu menjamin kenyamanan investasi dan kepastian hukum, serta dapat bekerja sama dengan para investor dalam merealisasikan rencana produksi dan komersialisasi gas bumi.

“Saya yakin Gubernur Mualem dapat menjamin soal itu,” ujarnya.

Azhari menambahkan, keterlibatan BUMA juga penting agar Aceh dapat terus berkembang, membangkitkan ekonomi, dan memberdayakan pengusaha-pengusaha lokal di Aceh. []

Berita Populer

Berita Terkait