Jumat, Februari 20, 2026

Mualem Angkat Abu Salam Jadi Penasehat Investasi dan Hubungan Luar Negeri

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, mengangkat T Emi Syamsyumi atau yang dikenal sebagai Abu Salam sebagai Penasehat Bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri. Penunjukan itu tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 800.1/1117/2025.

Lewat jabatan barunya, Abu Salam mendapat mandat membangun jejaring global, menarik investasi strategis, dan memperkuat posisi Aceh di sektor ekonomi syariah. Tiga sektor utama masuk dalam lingkup tugasnya yakni penguatan kolaborasi keuangan syariah, fasilitasi investasi sektor riil dan infrastruktur, serta reformasi layanan publik.

Langkah awal yang ditempuh memfasilitasi kerja sama antara Bank Aceh Syariah dan ActionPay (PT Asia Pelangi Remiten). Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan sistem pembayaran lintas negara berbasis fintech, sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah dan membuka akses pasar global bagi UMKM Aceh.

Baca juga:  Kodam IM Gelar Tradisi Meugang untuk Lestarikan Budaya Aceh Sambut Ramadhan

Tak hanya itu, Abu Salam juga diberi tugas menjembatani masuknya investasi asing. Melalui jejaring diaspora Aceh di sektor energi, properti, dan logistik, dia diminta mendorong penandatanganan nota kesepahaman antara investor dan BUMD.

Di sektor riil, dia diinstruksikan mengawal investasi tambang emas, batubara, galena, hingga tembaga. Termasuk menyusun proposal pendirian pabrik woodchip dan wood pellet sebagai solusi biomassa dari limbah kayu Aceh.

Mandat strategis lainnya, menjalin kerja sama dengan perusahaan migas independen dari Malaysia, Singapura, dan Australia. Termasuk membuka dialog intensif dengan raksasa energi seperti Petronas, Petrochina, dan Sinaco, terutama terkait pengelolaan blok marginal, LNG skala kecil, dan koordinasi dengan BPMA.

Di bidang lingkungan, Abu Salam ditugaskan merancang pengelolaan limbah B3, baik industri maupun medis. Target jangka panjang, pembangunan hazardous waste facility berskala provinsi dengan standar internasional.

Baca juga:  Pesantren Jurnalistik AJI Banda Aceh Kembali Dibuka Selama Ramadan

Penunjukan Abu Salam disambut positif oleh Juru Bicara KPA Luwa Nanggroe, Umar Hakim Ilhami. Dia menyebut keputusan Gubernur Aceh itu memiliki dasar politik dan hukum yang kuat.

“Penempatan Abu Salam bukan sekadar simbolik. Ini bagian dari strategi jangka panjang membangun kemandirian ekonomi Aceh lewat kerangka otonomi khusus,” ujar Umar.

Dia juga menilai kedekatan Abu Salam dengan masyarakat memberi nilai tambah dalam menjembatani kepentingan rakyat, pemerintah, dan investor.

Dengan posisi baru ini, diharapkan arah pembangunan Aceh mengerucut pada penguatan investasi syariah, optimalisasi sumber daya alam, serta pembukaan akses pasar internasional bagi pelaku usaha lokal. []

Berita Populer

Berita Terkait