Rabu, Februari 11, 2026

‎Menag Ajak Santri Jaga Kesantunan sebagai Ciri Utama Pendidikan Pesantren

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengajak para santri di seluruh Indonesia untuk terus menjaga keikhlasan dan kesantunan sebagai ciri utama pendidikan pesantren. Ajakan itu ia sampaikan dalam acara Istighosah Hari Santri 2025 bertajuk “Doa Santri untuk Negeri” di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa, 21 Oktober 2025.

‎“Santri yang santun kepada kiainya akan menjadi anak yang santun kepada orang tuanya, dan masyarakat yang santun terhadap pemimpinnya,” ujar Nasaruddin, dilansir dari laman resmi Kemenag.

‎Menurut Menag, nilai kesantunan di dunia pesantren berakar dari prinsip bahwa setiap niat baik akan berbuah kebaikan. “Segala hal yang datang dari lubuk hati yang terdalam, maka akan sampai kepada lubuk hati yang terdalam juga,” katanya.

‎Acara Istighosah Hari Santri dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno, para pejabat Eselon I dan II Kemenag, tokoh agama, serta ribuan santri dari berbagai daerah di Indonesia.

‎Nasaruddin menegaskan, pesantren telah memainkan peran penting sejak abad ke-13 dalam membina masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang beradab. Nilai “kemanusiaan yang adil dan beradab” dalam Pancasila, kata dia, lahir dari ajaran dan praktik keseharian di pesantren.

‎“Sejak abad ke-13, pesantren sudah berperan membina keadaban publik masyarakat Indonesia. Keadaban publik tidak datang gratis, tetapi lahir dari keringat, doa, dan air mata para ulama,” ujarnya.

‎Dia juga menyoroti kemandirian pesantren sebagai warisan luhur para ulama. Saat ini, lebih dari 42 ribu pondok pesantren berdiri di Indonesia tanpa berstatus negeri. “Tidak ada satu pun pesantren yang negeri. Semua berdiri di atas kaki sendiri, tanpa pamrih. Inilah keikhlasan luar biasa dalam mendidik dan melayani umat,” tutur Nasaruddin.

‎Dalam kesempatan itu, Menag juga menyampaikan apresiasi kepada Direktur Pesantren Basnang Said dan jajaran Ditjen Pendidikan Islam atas persiapan kegiatan Hari Santri 2025. Dia mengumumkan rencana pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama sebagai bentuk penguatan kelembagaan pendidikan pesantren.

‎“Mohon doanya, insya Allah dalam waktu dekat akan terbentuk Direktorat Jenderal baru di Kemenag, yaitu Ditjen Pesantren. Ini bentuk perhatian sekaligus apresiasi pemerintah terhadap perjuangan pesantren selama ini,” kata Menag.

‎Menutup sambutannya, Nasaruddin mengajak seluruh jamaah mendoakan para ulama dan pendiri pesantren yang telah berjasa membangun peradaban Islam di Indonesia.

‎“Semoga para leluhur dan pendiri pesantren tersenyum di alam barzakh melihat anak cucunya, malaikat-malaikat kecil yang bersimpuh di rumah Allah malam ini,” ujarnya. “Semoga Allah memberkahi kita semua, menjadikan para santri cahaya bangsa, dan pesantren sebagai sumber peradaban Indonesia.” []

Berita Populer

Berita Terkait