BANDA ACEH – Duka mendalam menyelimuti Aceh setelah kabar wafatnya mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, Dr. Zaini Abdullah. Tokoh yang dikenal luas dengan sapaan Abu Doto itu meninggal dunia pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 12.40 WIB pada usia 86 tahun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keluarga dan kerabat dekat, Zaini Abdullah mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Rencananya, jenazah almarhum akan dimandikan di RSUZA sebelum dibawa ke rumah duka di kawasan Geuceu, Banda Aceh. Setelah pelaksanaan Shalat Ashar, jenazah akan dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman dan selanjutnya diberangkatkan ke Kabupaten Pidie untuk dimakamkan di kampung halamannya, Trubue, Kecamatan Mutiara.
Kepergian Abu Doto menjadi kehilangan besar bagi Aceh. Namanya tidak hanya dikenal sebagai mantan kepala pemerintahan daerah, tetapi juga sebagai figur yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Aceh, khususnya pada masa konflik hingga tercapainya perdamaian.
Zaini Abdullah lahir di Beureunuen, Kabupaten Pidie, pada 24 April 1940. Latar belakang pendidikannya berasal dari dunia medis setelah menempuh studi di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Kariernya sebagai dokter dimulai di Aceh dan terus berkembang. Ia pernah memimpin fasilitas kesehatan di Kuala Simpang, Aceh Timur, sebelum melanjutkan pendidikan dan pengabdiannya di Swedia.
Dalam dinamika perjuangan Aceh, Zaini Abdullah merupakan salah satu tokoh senior Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Selama menetap di Swedia, ia menjadi bagian penting dari lingkaran dekat pendiri GAM, Hasan di Tiro.
Perannya juga tercatat dalam berbagai upaya diplomasi dan perundingan yang membuka jalan menuju perdamaian Aceh, termasuk keterlibatannya sebagai negosiator GAM dalam proses yang berujung pada penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada 2005.
Setelah perdamaian tercapai, Zaini Abdullah memasuki panggung politik formal. Bersama Muzakir Manaf, ia memenangkan Pilkada Aceh tahun 2012 dan kemudian dilantik sebagai Gubernur Aceh pada 25 Juni 2012. Selama lima tahun masa kepemimpinannya, ia fokus pada upaya memperkuat implementasi perdamaian, menjalankan kekhususan Aceh, serta mendorong pembangunan daerah pascakonflik.
Di luar jabatan yang pernah diembannya, Abu Doto dikenang sebagai pribadi yang sederhana dan dekat dengan masyarakat. Perhatian besarnya terhadap sektor pendidikan, kesehatan, dan keberlanjutan perdamaian menjadikannya salah satu tokoh yang memiliki tempat tersendiri di hati banyak warga Aceh.
Wafatnya Zaini Abdullah Menutup Perjalan Panjang seorang dokter, tokoh perjuangan diplomat, dan pemimpin daerah yang sepanjang hidupnya banyak mengabdikan diri untuk Aceh.
Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Amiin Ya Rabbal Alamin. []


