Kamis, Maret 12, 2026

Mahasiswa UBBG Kembangkan Mini Garden Pascabanjir di Pidie, Target Panen Sebelum Idul Fitri

BANDA ACEH – Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) melalui Program Mahasiswa Berdampak melaksanakan kegiatan bertajuk “Pemulihan Kesehatan Pascabanjir Melalui Pengendalian Debu Lingkungan Berbasis Aksi Bersih dan Pengembangan Mini Garden oleh Mahasiswa bagi Petani Gampong Tiba Mesjid”.

Kegiatan berlangsung di Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh, pada 3 Februari hingga 9 Maret 2026.

Program Mahasiswa Berdampak ini melakukan upaya pemulihan pascabencana banjir di Gampong Tiba Mesjid, Kabupaten Pidie. Lahan sawah yang sebelumnya terdampak banjir kini mulai menghijau kembali. Sayuran yang ditanam melalui program tersebut menunjukkan pertumbuhan positif dan ditargetkan dapat dipanen sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Selain itu, melalui gerakan pembersihan debu lingkungan, mahasiswa juga membersihkan sejumlah fasilitas umum seperti masjid, sekolah, jalan, kantor desa, dan area pemakaman yang sebelumnya tertutup lumpur akibat banjir.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Program, Ns. Neila Fauzia, S.Kep., MMRS, bersama tim mahasiswa lintas disiplin serta kelompok tani setempat. Berbeda dengan konsep pekarangan rumah, penanaman dilakukan di lahan sawah yang difasilitasi langsung oleh Keuchik Gampong Tiba Mesjid sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pemulihan pascabanjir.

Baca juga:  Jelang Lebaran, Indosat Perkuat Jaringan di Aceh dan Hadirkan Program Surau Berdaya

Sebelumnya, banjir menyebabkan endapan lumpur tebal di area pertanian warga sehingga lahan belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk musim tanam utama. Kondisi tersebut berdampak pada terhentinya produksi pangan dan meningkatnya kekhawatiran masyarakat menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Melalui pemetaan lahan dan koordinasi bersama aparatur gampong, tim mahasiswa mengidentifikasi sawah yang memungkinkan dimanfaatkan sebagai lahan tanam sementara. Sayuran cepat panen seperti kangkung dan bayam dipilih karena memiliki siklus tanam singkat, sekitar 25–30 hari.

“Pemanfaatan sawah ini merupakan langkah strategis agar masyarakat tetap produktif selama proses pemulihan lahan pertanian utama. Kami ingin panen pertama bisa dinikmati sebelum Idul Fitri,” ujar Ns. Neila Fauzia, S.Kep., MMRS saat meninjau perkembangan tanaman.

Penanaman dilakukan secara gotong royong dengan pendampingan teknis dari mahasiswa, mulai dari pengolahan tanah, pemupukan organik, hingga pemantauan pertumbuhan tanaman. Saat ini, sebagian tanaman telah memasuki fase vegetatif awal dan tumbuh merata di lahan yang telah dibersihkan.

Baca juga:  Viral Lele Mentah di Menu MBG, BGN: Itu untuk Digoreng saat Berbuka Puasa

Keuchik Gampong Tiba Mesjid, Haryadi, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi mahasiswa dan kelompok tani. Menurutnya, pemanfaatan sawah ini tidak hanya mempercepat pemulihan sektor pertanian, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kebersamaan warga pascabencana.

Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema hibah BIMA.

Ns. Neila Fauzia, S.Kep., MMRS juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) atas dukungan dan pendanaan melalui Program Mahasiswa Berdampak.

Rektor UBBG, Prof. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., turut menyampaikan apresiasi terhadap program tersebut. Ia menilai sinergi dosen dan mahasiswa melalui Program Mahasiswa Berdampak telah memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh pada fase pemulihan pascabencana banjir.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menginspirasi dosen dan mahasiswa untuk terus mengembangkan program yang memberi dampak langsung bagi masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. []

Berita Populer

Berita Terkait