Minggu, Februari 22, 2026

Konsul Jenderal Jepang Diskusikan Peluang Kerja Sama dengan Aceh

BANDA ACEH – Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, menemui Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, pada Jumat malam (22/8/2025), di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab itu membahas berbagai hal penting, mulai dari sejarah panjang hubungan Aceh–Jepang hingga peluang kerja sama ke depan di berbagai bidang strategis.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menjelaskan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan yang telah terjalin sejak lama antara kedua pihak.

Furugori menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Wali Nanggroe dan masyarakat Aceh. Dia mengaku terkesan dengan Aceh, apalagi setelah menghadiri peringatan 20 tahun perdamaian Aceh pekan lalu.

Baca juga:  Aceh Terparah Terdampak Bencana Akibat Curah Hujan Tinggi, Pakar Tekankan Strategi Mitigasi

“Ini kunjungan kedua saya ke Aceh. Saya telah banyak belajar tentang sejarah Aceh dan hubungannya dengan Jepang. Jepang sejak lama mendukung Aceh, mulai dari masa pemulihan pasca-tsunami hingga proses perdamaian. Kini saya melihat Aceh hidup damai dan aman, ini sangat menggembirakan,” ujar Furugori.

Dia juga menyatakan keinginan pemerintah Jepang untuk memperkuat kerja sama dengan Aceh di masa mendatang. “Saya sangat tertarik dengan Aceh dan berharap hubungan ini bisa terus tumbuh, khususnya dalam bentuk kerja sama yang lebih intensif,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Wali Nanggroe menyambut baik keinginan Jepang dan menekankan pentingnya kolaborasi di bidang mitigasi bencana. Menurutnya, Jepang sebagai negara maju dalam penanganan bencana alam bisa menjadi mitra strategis bagi Aceh.

Baca juga:  Purnawirawan TNI Prihati Pujowaskito Ditunjuk Sebagai Dirut BPJS Kesehatan

“Aceh termasuk wilayah rawan gempa dan tsunami. Kita bisa banyak belajar dari Jepang dalam hal mitigasi bencana,” kata Wali Nanggroe, didampingi Staf Khusus Muhammad Raviq.

Dia juga menyoroti pentingnya kerja sama di sektor pendidikan. Saat ini, sejumlah pelajar Aceh sudah menempuh pendidikan di Jepang melalui jalur pemerintah pusat. Namun ke depan, Aceh ingin memperluas kesempatan tersebut.

“Kami berharap bisa mengirim lebih banyak generasi muda Aceh ke Jepang, terutama untuk mempelajari teknologi dan ilmu pengetahuan,” tutup Wali Nanggroe. []

Berita Populer

Berita Terkait