JAKARTA – Dugaan pemalsuan ijazah Presiden Joko Widodo dan putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kian mencuat. Satu per satu dugaan kepalsuan itu mulai terungkap ke publik.
Peneliti media dan politik, Buni Yani, menyoroti hal ini melalui akun Facebook pribadinya, seperti dikutip pada Rabu, 8 Oktober 2025. Dia menilai peluang Jokowi dan Gibran untuk lolos dari jeratan hukum semakin kecil.
“Makin kecil kemungkinan Jokowi dan Gibran bisa lolos dari jerat hukum akibat pemalsuan ijazah. Bui sudah menanti,” tulis Buni Yani.
Dia memperkirakan akan terjadi perubahan signifikan dalam sejarah politik Indonesia terkait status hukum keduanya.
“Petualangan Drs Ir Mulyono Ijazah Palsu sebentar lagi sampai tahap akhir,” sambungnya.
Buni juga menyebut pembelaan dari para pendukung, buzzer, dan aktor bayaran tak lagi mampu menahan desakan publik. Tuntutan agar ijazah asli Jokowi ditunjukkan terus menggema.
Narasi serupa disampaikan warganet lain, Beni Sugara, yang menyebut masyarakat sudah muak.
“Kepuasan rakyat waras saat ini adalah Gokowi Gibran masuk penjara,” tulis Beni, dikutip dari RMOL. []


