Rabu, Februari 11, 2026

Kepala UPTD IBI Saree: VIB-H Sangat Efektif, Efisien dan Ekonomis

ACEH BESAR – Kepala UPTD Inseminasi Buatan dan Inkubator Dinas Peternakan Aceh, Hendra Saputra, menyebut teknologi Visual Inseminasi Buatan Hendra (VIB-H) lebih efektif, efisien, dan ekonomis dibandingkan alat inseminasi buatan (IB) konvensional.

Pernyataan itu ia sampaikan saat menjadi pemateri dalam Training Series V bertema Peningkatan Produktivitas Ternak Melalui Inseminasi Buatan Berbasis Artificial Intelligence, yang berlangsung di Aula UPTD IBI Saree, Selasa, 18 November 2025.

“Sejak 2020, saya tergerak untuk menciptakan alat yang mampu mendeteksi masa subur ternak atau saat ternak betina ingin dibuahi. Dalam dunia peternakan, khususnya proses IB, pengetahuan ini penting agar proses IB dilakukan di saat yang tepat. Dengan demikian, akan memberi keuntungan secara ekonomi dan waktu, baik bagi peternak maupun bagi para petugas,” kata Hendra.

Dia menjelaskan, selama ini proses IB manual mengandalkan perabaan petugas untuk mengetahui kondisi bukaan serviks. Dengan VIB-H, seluruh proses dapat dipantau secara visual oleh petugas maupun peternak karena perangkat tersebut telah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan terhubung dengan aplikasi gawai.

Hendra menambahkan, VIB-H memungkinkan inseminasi dilakukan tepat waktu serta meminimalkan human error. Kesalahan waktu, kata dia, menjadi penyebab utama gagalnya pembuahan.

“Berbeda dengan manusia yang bisa dibuahi kapan saja, ternak betina berbeda. Jika dia tidak ingin dibuahi atau mulut serviknya tidak terbuka, maka proses pembuahan bisa dipastikan tidak akan berhasil,” ujarnya.

Menurut Hendra, tampilan visual kondisi serviks menjadi kunci untuk memastikan apakah ternak berada pada fase birahi puncak. Dengan begitu, keputusan untuk melakukan IB dapat lebih akurat.

“Di sisi lain, dengan tampilan visual pada VIB-H, masyarakat juga dapat memantau langsung apakah ternak mereka yang akan menjalani proses IB memang berada dalam birahi puncak. Jika tidak, maka masyarakat bisa menangguhkan proses IB hingga waktu birahi puncak tiba,” kata Hendra.

Acara tersebut juga menghadirkan dua pemateri lain, yakni dosen Universitas Bina Bangsa Getsempena, Teuku Muhammad Mirza Keumala, serta dosen Universitas Abulyatama, Dedhi Yustendi.

Sekilas tentang VIB-H

VIB-H mulai diinisiasi Hendra, yang bergelar lengkap Dr Ir Hendra Saputra S.Pt, MM, IPU, ASEAN Eng pada 2020. Saat ini alat tersebut telah mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum.

Beberapa waktu lalu, Hendra mempresentasikan inovasi itu di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lembang, Jawa Barat, di hadapan Kepala Pusat Riset Peternakan BRIN, Dr drh Santoso, serta sejumlah pakar peternakan: Prof Herdis, Ir Tri Puji Priyanto M.Agr.Sc, Ph.D, dan Dr Fitra Aji Pamungkas, S.Pt, M.Si.

Kepala Pusat Riset Peternakan BRIN mengapresiasi dan menyambut baik inovasi itu, serta menegaskan komitmen BRIN untuk mengembangkan VIB-H. Santoso menilai teknologi tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam pengembangan riset di sektor peternakan.

Para pakar juga berpendapat bahwa pemanfaatan AI pada VIB-H bukan hanya lompatan teknologi, tetapi efektif diterapkan dan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi peternak maupun petugas IB. []

Berita Populer

Berita Terkait