Kepala BGN: Peresmian 480 SPPG di Wilayah 3T adalah Langkah Awal

TAKALAR — Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengaktivasi 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi yang menjadi bagian dari wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, hingga saat ini sebanyak 27.022 dapur SPPG telah beroperasi di seluruh Indonesia. Namun di sisi lain, masih terdapat dapur-dapur yang telah siap beroperasi dan berada di wilayah yang lebih membutuhkan pelaksanaan MBG.

“Kurang lebih dua bulan saya menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Saat ini sudah berjalan 27.022 dapur yang beroperasi di seluruh Indonesia. Ternyata masih banyak dapur-dapur yang siap beroperasi, dan dapur-dapur yang siap beroperasi itu berada di wilayah-wilayah yang memang dibutuhkan MBG-nya untuk segera berjalan,” ujar Sudaryono saat Peresmian SPPG Wilayah 3T dan Prevalensi Stunting Tinggi di 16 Provinsi Indonesia Timur, Jumat (2/10/2026).

Baca juga:  Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jamaah Haji, Pastikan Antrean Lebih Akurat

Menurutnya, aktivasi 480 SPPG yang tersebar di 16 provinsi tersebut bukan merupakan akhir dari proses perluasan MBG. BGN akan terus membuka SPPG secara bertahap di berbagai wilayah dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kesiapan dapur.

“Apakah akan ini saja? Enggak. Setelah ini kami harapkan minggu depan kami buka di Kalimantan, kami buka di Bali, kami buka di Sumatra, kami buka di tempat-tempat yang memang stunting-nya tinggi dan 3T, dan di tempat-tempat di mana walaupun itu tempatnya barangkali bukan di pelosok paling pelosok, tapi anak-anaknya membutuhkan MBG,” kata Sudaryono.

Ia menjelaskan, perluasan tersebut juga menjadi respons atas banyaknya aspirasi yang diterima BGN dari berbagai pihak. Masukan tersebut antara lain datang dari mitra, SPPG, kader yang bertugas di dapur, hingga sekolah-sekolah yang mengusulkan agar pelaksanaan MBG hadir di wilayah mereka.

Baca juga:  Kapolda Aceh Terima Silaturahmi Tim Kejagung RI

“Kami telah menerima banyak aduan, banyak masukan, banyak email, banyak surat dari macam-macam, termasuk masukan dari sekolah-sekolah. Jadi banyak sekali yang memang masih ingin adanya MBG di daerahnya,” jelasnya.

Sudaryono menegaskan, aktivasi 480 SPPG pada hari ini merupakan langkah awal untuk mengoperasikan dapur-dapur yang telah memenuhi kesiapan. BGN selanjutnya akan melanjutkan pembukaan SPPG di wilayah lain secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan yang ada.

“Ini adalah awalan kita membuka, mengaktivasi dapur-dapur yang sudah siap,” katanya.

Ia menambahkan, aktivasi SPPG tersebut sekaligus menandai berlanjutnya proses aktivasi dapur yang sebelumnya mengalami moratorium.

“Kalau kemarin ada katakanlah ada moratorium, maka dengan dibukanya ini maka moratorium itu kemudian artinya sudah ditiadakan moratoriumnya,” ujarnya.[]

Berita Populer

Berita Terkait