BANDA ACEH – RSIA Cempaka Az-Zahra mencatat sejarah baru dalam dunia medis Aceh. Tim dokter rumah sakit ini berhasil melakukan operasi rekonstruksi pada pasien dengan agenesis vagina, kondisi langka ketika seorang perempuan terlahir tanpa saluran vagina dan rahim tidak berkembang sempurna.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian besar karena di Indonesia kasus agenesis vagina hanya ditemukan pada dua pasien. Salah satunya kini ditangani di Banda Aceh melalui operasi kolaboratif lintas rumah sakit dengan RSIA Cempaka Az-Zahra sebagai pusat pelaksanaan.
Direktur RSIA Cempaka Az-Zahra, Putri Ilham Sari, menyebut capaian ini sebagai bukti rumah sakit daerah mampu menjawab tantangan medis berlevel tinggi. “Ini bukan sekadar operasi, melainkan titik balik kehidupan pasien yang selama ini menghadapi keterbatasan fisik dan tekanan emosional,” katanya, Jumat, 12 September 2025.
Operasi ini melibatkan tim dokter uroginekologi dari berbagai pusat layanan kesehatan: Roziana, SpOG Subsp UroginRe (RSIA Cempaka Az-Zahra), Tyas Priyatini (RSCM Jakarta), Wael Oemar (RSUP Dr M Djamil Padang), dan Yulia Margaretha (RS Persahabatan Jakarta).
Putri menambahkan, agenesis vagina bukan hanya tantangan medis, tetapi juga beban psikologis berat bagi pasien. “Dengan keberhasilan operasi ini, kami berharap pasien dapat menjalani hidup baru dengan lebih percaya diri dan bermakna,” ujarnya.
Dia menegaskan capaian ini menjadi momentum penting bagi dunia medis Aceh sekaligus pengingat agar masyarakat tidak menunda pemeriksaan kesehatan. “Deteksi dini selalu memberi peluang terbaik bagi penanganan. Karena itu, jangan pernah menunda pemeriksaan, sekecil apa pun kelainannya,” kata Putri. []
Kasus Langka Agenesis Vagina Berhasil Ditangani di Aceh


