BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif BBPOM Aceh sebagai narasumber pada Forum Konsultasi Publik (FKP) yang diselenggarakan oleh Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) Kelas II Banda Aceh, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi penyelenggara layanan publik untuk melibatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam penyusunan serta penyempurnaan standar pelayanan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Mewakili BBPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsih hadir sebagai narasumber dan berbagi pengalaman mengenai penyusunan standar pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dalam paparannya, Desi menekankan bahwa standar pelayanan harus disusun secara jelas, sederhana, dan mudah dipahami agar mampu memberikan kepastian kepada masyarakat sebagai pengguna layanan.
“Standar pelayanan bukan hanya dokumen administratif, tetapi merupakan komitmen penyelenggara layanan kepada masyarakat.
Oleh karena itu, setiap standar pelayanan harus memuat informasi yang jelas, rinci, mudah dipahami, serta memberikan kepastian mengenai prosedur, jangka waktu penyelesaian, biaya atau tarif, hingga mekanisme pengaduan.
Dengan demikian, masyarakat akan memperoleh pelayanan yang berkualitas, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pengguna layanan,” ujar Desi.
Selain memaparkan penyusunan standar pelayanan, Desi juga membagikan berbagai praktik baik yang telah diterapkan BBPOM Aceh dalam penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk penguatan budaya pelayanan prima, inovasi pelayanan publik, pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), serta pembangunan Zona Integritas yang berhasil mengantarkan BBPOM Aceh meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Forum berlangsung interaktif dengan dihadiri oleh berbagai perwakilan instansi dan pemangku kepentingan. Diskusi yang terbangun menjadi ruang berbagi pengalaman dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kolaborasi antarinstansi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada masyarakat.
Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banda Aceh, Luthfi, menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang diberikan oleh para peserta, khususnya pengalaman BBPOM Aceh dalam membangun budaya pelayanan publik yang unggul.
“Kami mengucapkan terima kasih atas berbagai masukan yang sangat konstruktif dari seluruh peserta Forum Konsultasi Publik. Pengalaman BBPOM Aceh dalam membangun Zona Integritas hingga berhasil meraih predikat WBBM menjadi inspirasi bagi kami.
Kami berharap BBPOM Aceh dapat terus mendampingi Balmon Banda Aceh dalam upaya pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), sehingga pelayanan publik yang kami berikan semakin berkualitas dan dipercaya masyarakat,” ungkap Luthfi.
Menanggapi hal tersebut, BBPOM Aceh menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut sebagai bagian dari semangat berbagi praktik baik antarinstansi pemerintah.
“Keberhasilan membangun pelayanan publik tidak dapat dicapai sendiri. Kolaborasi, saling belajar, dan berbagi pengalaman merupakan kunci untuk menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas.
BBPOM Aceh siap mendukung dan berbagi praktik baik yang telah kami lakukan, sehingga semakin banyak instansi yang mampu menghadirkan pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tambah Desi.
Melalui partisipasi dalam Forum Konsultasi Publik ini, Balai Besar POM di Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kolaborasi dan pertukaran praktik baik diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi pelayanan yang semakin adaptif, transparan, dan berdampak nyata, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pelayanan publik terus meningkat.[]


