BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melantik dan mengambil sumpah jabatan 17 pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, Senin, 6 Oktober 2025. Pelantikan itu berdasarkan SK Wali Kota Banda Aceh Nomor 800.1.3.3/1262/2025.
Para pejabat eselon dua yang dilantik antara lain Faisal sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banda Aceh; M Nurdin, Asisten Administrasi Umum; Ridwan, Staf Ahli Bidang Keistimewaan, Kemasyarakatan, dan SDM; Samsul Bahri, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik; serta Said Fauzan, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.
Selanjutnya, Heru Triwijinarko menjabat Kadisdukcapil; Bukhari Sufi, Kadiskopukmdag; Fadhil, Inspektur Inspektorat; Wahyudi, Kadinkes; M Syaifuddin Ambia, Kadishub; Alimsyah, Kepala DSI; Rizal Abdillah, Kepala Badan Kesbangpol; Ritasari Pujiastuti, Kepala DPMG; Emila Sovayana, Kepala BKPSDM; Cut Azharida, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan; serta Iskandar, Kepala DP2KP Banda Aceh.
Dalam kesempatan yang sama, Illiza juga mengukuhkan Hamdani Basyah sebagai Kepala DLHK3 berdasarkan SK Wali Kota Banda Aceh Nomor 800.1.3.3/1261/2025.
Upacara pelantikan berlangsung di Aula Balai Kota Banda Aceh. Dalam sambutannya, Illiza menegaskan pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat tanggung jawab dan komitmen baru.
“Jabatan bukan hadiah, bukan pula penghargaan, melainkan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di hadapan publik, tetapi juga di hadapan Allah SWT,” ujar Illiza.
Dia menyebut pelantikan ini sebagai bagian dari ikhtiar membangun pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, inovatif, dan berintegritas. “Banda Aceh hari ini terus bergerak menuju visi Kota Kolaborasi, kota yang tumbuh karena kekuatan bersama, bukan karena kerja satu dua orang saja.”
Illiza meminta seluruh pejabat menjadi motor penggerak inovasi dan kerja sama lintas instansi. “Bangun koordinasi yang kuat antar-OPD, libatkan masyarakat, dan jadikan kebijakan berorientasi pada kemaslahatan publik,” katanya.
Dia juga menekankan pentingnya inovasi dalam pelayanan publik. “Setiap OPD harus memiliki minimal satu inovasi nyata setiap tahun yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Illiza, inovasi harus menjadi budaya kerja, bukan proyek sesaat. “Kinerja dan inovasi akan menjadi tolok ukur utama dalam penilaian saya terhadap setiap OPD ke depan,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Illiza menegaskan perlunya kepemimpinan yang transformatif dan kolaboratif. “Dari kepemimpinan yang baik akan lahir ASN yang bersemangat, masyarakat yang percaya, dan kota yang terus berkemajuan,” ujarnya. []
Illiza Lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama


