BANDA ACEH – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengajak pondok pesantren untuk terus menjadi lembaga pendidikan dan dakwah yang menyejukkan dan memperkuat nilai keislaman yang damai. Ia sekaligus mengajak tetap dekat dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta wawasan kebangsaan dan global di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Ibas mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar mengajar yang penuh kedamaian, akhlak, dan kasih sayang di lingkungan pesantren, terutama menyikapi masih adanya kasus perundungan dan berbagai persoalan kekerasan yang terjadi di sejumlah lembaga pendidikan, termasuk kasus yang menjadi perhatian publik di Pati, Jawa Tengah.
Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu turut mengajak para kiai, santri, dan masyarakat untuk terus mendoakan para jemaah haji Indonesia agar diberikan kesehatan, kelancaran, dan keselamatan dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Ibas juga menyoroti pentingnya peningkatan perhatian pemerintah terhadap pelayanan haji dan penguatan kelembagaan pesantren, termasuk melalui gagasan pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren guna memperkuat dukungan terhadap sarana, prasarana, dan pengembangan pesantren yang lebih mandiri dan berkualitas.
Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan Pengurus Pusat Keluarga Besar FKPPI itu juga menyampaikan apresiasi kepada para kiai, ulama, gus, masayikh, serta pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Pacitan atas peran strategis mereka dalam menjaga harmoni dan persatuan bangsa, sekaligus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat melalui dakwah, pendidikan, serta aspirasi yang terus disampaikan kepada pemerintah dan wakil rakyat.
Hal tersebut disampaikan Ibas yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, saat menghadiri agenda silaturahmi dan halal bihalal bersama segenap pimpinan, pengurus, santri, dan santriwati pondok pesantren di Kabupaten Pacitan pada Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung hangat dan khusyuk tersebut mengangkat tema ‘Memperkuat Ukhuwah, Damai Bersatu, Majukan Negeri’.
Dalam sambutannya, Ibas mengawali dengan ungkapan rasa terima kasih yang mendalam kepada para kiai dan keluarga besar pesantren yang selama ini senantiasa memberikan doa, dukungan, serta masukan bagi pembangunan daerah dan bangsa.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para kiai dan keluarga besar pesantren yang terus mendoakan kami, mendoakan daerah kita, dan bangsa Indonesia,” ujar Iba,s dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Lebih lanjut, Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur VII ini menekankan pentingnya menjaga harmoni, persatuan, dan solidaritas sebagai fondasi utama kekuatan bangsa. Menurutnya, keberlangsungan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh peran pemimpin formal, tetapi juga oleh kontribusi besar para tokoh agama dan pesantren.
“Kekuatan bangsa ini hadir dari kebersamaan-para ulama, pimpinan pondok, dan santri yang terus menjaga harmoni dan persatuan,” kata Ibas.
Ibas juga mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara besar dengan keberagaman yang luas harus terus dijaga dari potensi perpecahan. Ia menilai nilai-nilai keislaman yang moderat dan penuh kebijaksanaan menjadi perekat penting dalam menyatukan perbedaan di tengah masyarakat.
“Kita tidak ingin Indonesia yang luas ini terpecah. Justru melalui nilai-nilai agama yang damai, kita bisa mempersatukan perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat,” tegas Ibas.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini turut mengapresiasi peran strategis pondok pesantren dalam dunia pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Ibas menilai pesantren tidak hanya menjadi pusat pembelajaran agama, tetapi juga terus berkembang dalam mendorong kemandirian, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta penguatan kapasitas santri agar mampu menjawab tantangan zaman dan memiliki wawasan kebangsaan maupun global.
“Pesantren memiliki peran penting dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berilmu, tetapi juga mandiri dan mampu menjawab tantangan zaman,” tutur Ibas.
Ibas juga mengajak seluruh pimpinan pondok pesantren untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan penuh keteladanan. Menurutnya, pendidikan pesantren harus menjadi ruang tumbuh yang mengedepankan akhlak mulia, kedisiplinan, dan rasa saling menghormati antar sesama santri maupun pengajar.
“Jangan sampai ada kekerasan ataupun perundungan di lingkungan pendidikan kita. Pesantren harus menjadi tempat yang menenangkan, membangun karakter, dan menghadirkan kasih sayang,” tegas Ibas.
Sejalan dengan itu, lulusan S2 Nanyang Technological University (Singapura) ini mengajak seluruh elemen pesantren untuk terus membangun sinergi, komunikasi, dan konektivitas dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah. Ibas menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam memperkuat peran pesantren di tingkat lokal maupun nasional, termasuk dalam mendorong pesantren agar semakin mandiri secara ekonomi dan kelembagaan.
“Kita ingin pesantren-pesantren yang belum berkembang maksimal juga mendapatkan perhatian dan bantuan yang adil dari pemerintah,” jelas Ibas.
Selain itu, Ibas turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan ibadah haji di tengah kondisi global yang penuh tantangan. Ia berharap pemerintah terus melakukan perbaikan, termasuk dalam komunikasi dengan pihak Arab Saudi, guna meningkatkan kuota dan fasilitas bagi jemaah Indonesia.
“Kita ingin pelayanan haji terus membaik, dari sisi fasilitas hingga kuota, agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk dan nyaman,” ujar Ibas.
Ibas pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal kebijakan tersebut agar dapat memberikan manfaat nyata bagi umat, sekaligus terus mendoakan para jemaah haji Indonesia agar diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Mari kita kawal bersama agar pelayanan haji semakin baik dan masyarakat mendapatkan kemudahan setiap tahunnya,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Ponpes Al Fattah Kikil, Kiai Haji Hammam Fathulloh HB, turut menyampaikan pesan dakwah yang menekankan pentingnya menjaga kedamaian dan memperkuat sinergi antara pesantren dan pemerintah. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat terus diperkuat demi kepentingan bangsa.
“Semoga sinergi dan komunikasi terus terjalin dengan baik, dan pesantren dapat terus dibersamai dalam membimbing umat. Kami juga berharap dukungan terhadap pesantren dapat semakin merata, khususnya di Pacitan,” tutupnya.[]


