JAKARTA – Gelombang protes besar-besaran mengguncang berbagai kota di Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir. Aksi bertajuk “No Kings” tersebut menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan jutaan warga turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Penyelenggara mengklaim sedikitnya 8 juta orang berpartisipasi dalam lebih dari 3.300 demonstrasi yang tersebar di seluruh 50 negara bagian. Dari New York City hingga San Diego, serta Atlanta, lautan massa memenuhi jalan-jalan utama sambil membawa spanduk dan meneriakkan slogan yang menuntut perubahan politik.
Di Washington, D.C. sebagai pusat pemerintahan federal, ribuan demonstran berkumpul dengan membawa pesan-pesan keras seperti “Trump Harus Mundur Sekarang!” dan “Lawan Fasisme”. Secara umum, aksi berlangsung relatif damai, meskipun di beberapa titik sempat terjadi ketegangan antara aparat keamanan dan massa.
Gelombang protes ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan publik terhadap berbagai kebijakan pemerintahan Trump. Mulai dari kebijakan imigrasi yang dinilai semakin ketat dan tidak manusiawi, hingga langkah-langkah politik luar negeri yang agresif, termasuk meningkatnya ketegangan dengan Iran. Situasi ini memicu kekhawatiran luas mengenai arah demokrasi di negara tersebut.
Bagi sebagian demonstran, aksi ini bukan sekadar ekspresi politik, melainkan peringatan terhadap apa yang mereka anggap sebagai gejala otoritarianisme. Seorang veteran militer berusia 36 tahun, Marc McCaughey, menegaskan bahwa legitimasi kekuasaan harus bersumber dari rakyat. “Tidak ada negara yang dapat memerintah tanpa persetujuan rakyat,” ujarnya di sela aksi.
Kekhawatiran serupa disampaikan Robert Pavosevich, seorang pensiunan yang turut bergabung dalam demonstrasi. Ia menilai situasi politik saat ini semakin memburuk akibat minimnya akuntabilitas pemimpin negara. “Dia terus berbohong dan berbohong dan berbohong, dan tidak ada yang mengatakan apa pun. Jadi ini situasi yang mengerikan yang kita alami,” kata Pavosevich.[]


