Fadel Muhammad sebelumnya menjabat sebagai Komisaris WIFI. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan serta Gubernur Gorontalo. Sementara itu, Shannedy Ong sebelumnya menjabat sebagai Direktur sekaligus Chief Commercial Officer WIFI.
Sebelum bergabung dengan SURGE, Shannedy pernah menjabat sebagai Country Managing Director Qualcomm Indonesia dan Vice President Ericsson Indonesia.
Pengangkatan keduanya diharapkan menjaga kesinambungan strategi bisnis WIFI, termasuk perluasan jaringan fiber to the home (FTTH) dan fixed wireless access (FWA). Perseroan optimistis kepemimpinan baru tersebut dapat memperkuat pengawasan dan pengelolaan perusahaan, meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, serta merespons dinamika dan peluang industri secara lebih cepat.
Ke depan, WIFI akan memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur konektivitas melalui jaringan serat optik dan akses internet pita lebar hingga ke rumah tangga. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia.
Pengangkatan tersebut berlaku efektif sejak penutupan RUPSLB. Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi WIFI setelah rapat tersebut adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Fadel Muhammad
Komisaris Independen: Doni Satiaji Soetadi
Dewan Direksi
Direktur Utama: Shannedy Ong
Direktur: Andrew
Direktur: Yune Marketatmo
Direktur: Mohammad Mustaghfirin
Selain perubahan susunan pengurus, RUPSLB juga menyetujui perluasan kegiatan usaha perseroan melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 42206, setelah memperoleh persetujuan Menteri Hukum atas perubahan anggaran dasar dan penyesuaian perizinan berusaha.
Penambahan KBLI tersebut memungkinkan WIFI mengerjakan konstruksi fasilitas sentral telekomunikasi secara langsung sekaligus menawarkan layanan pembangunan jaringan kepada pelanggan korporasi atau business-to-business (B2B).
Layanan ini menyasar kebutuhan pembangunan jaringan di berbagai lokasi, mulai dari kawasan komersial, perumahan, industri, pendidikan, pemerintahan, hingga ruang publik. Langkah tersebut melengkapi bisnis jaringan serat optik dan akses fixed broadband yang dijalankan perseroan melalui anak usahanya.
Rencana penambahan kegiatan usaha itu telah dikaji oleh penilai independen Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Syarif, Endang & Rekan melalui laporan studi kelayakan Nomor 00027/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IX/2026 tertanggal 1 September 2026, dengan tanggal penilaian 30 Juni 2026.
Laporan tersebut merupakan revisi atas laporan sebelumnya bernomor 00026/2.0113-03/BSFS/05/0340/1/VIII/2026 tertanggal 7 Agustus 2026. Hasil studi menyimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha SURGE layak berdasarkan aspek pasar, teknis, pola bisnis, manajemen, dan keuangan.
RUPSLB juga menyetujui penyesuaian Pasal 12 ayat (13) Anggaran Dasar perseroan mengenai kewenangan Direksi.
Melalui perubahan tersebut, Direktur Utama berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili perseroan. Apabila Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan karena sebab apa pun, dua orang direktur secara bersama-sama berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili perseroan.
Perkembangan Jaringan Internet Rakyat
Dari sisi operasional, jaringan fixed wireless access (FWA) IRA atau Internet Rakyat yang dioperasikan anak usaha SURGE, PT Telemedia Komunikasi Pratama, telah mencapai lebih dari 3.100 lokasi (site) terintegrasi dan beroperasi (on-air).
Capaian tersebut setara dengan lebih dari 9.000 unit radio yang telah terpasang dan beroperasi. Berdasarkan siaran pers perseroan pada 8 Oktober 2026, jaringan tersebut telah memperluas jangkauan layanan hingga 3,1 juta rumah tangga.
WIFI menargetkan lebih dari 5.500 site terintegrasi dan beroperasi pada akhir 2026, sesuai dengan komitmen dalam rencana bisnis awal. Target tersebut didukung strategi pembangunan jaringan yang inovatif, termasuk kemitraan kolaboratif untuk mempercepat penyediaan konektivitas backhaul serta program Rumah Sahabat IRA.
Melalui program Rumah Sahabat IRA, rumah warga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan site jaringan guna mempercepat perluasan infrastruktur dan jangkauan layanan internet.
Sementara itu, layanan FTTH Starlite yang dioperasikan anak usaha SURGE, PT Integrasi Jaringan Ekosistem, juga berada pada jalur yang sesuai untuk memenuhi target pembangunan 3,5 juta home pass pada akhir 2026.
Direktur Utama WIFI, Shannedy Ong, mengatakan bahwa perusahaan kini berfokus pada pelaksanaan rencana bisnis dan percepatan pembangunan jaringan.
“Tugas kami sekarang adalah eksekusi,” ujar Shannedy dalam keterangan pers.
Ia mengatakan, jaringan serat optik dan FWA yang telah dibangun menjadi modal awal bagi perusahaan untuk mempercepat ekspansi.
“Jaringan serat optik dan FWA yang telah kami bangun memberi kami titik awal yang kuat. Dengan strategi penggelaran yang inovatif dan kemitraan yang kolaboratif, kami dapat mempercepat pembangunan jaringan sekaligus terus memperluas akses internet yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” katanya. []


