Rabu, Februari 11, 2026

Eks Wakil Bupati Aceh Besar Daftarkan Diri Jadi Calon Rektor USK

BANDA ACEH – Mantan Wakil Bupati Aceh Besar, sekaligus Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP USK), Syamsulrizal, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor USK periode 2026–2031, Senin, 20 Oktober 2025.

Kedatangan Syamsulrizal ke sekretariat panitia pemilihan rektor didampingi sejumlah pendukung dari berbagai fakultas. Di antaranya Ketua Senat USK, dosen FKIP, serta guru besar dari Fakultas Teknik, Ekonomi, Kelautan dan Perikanan, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, hingga Fakultas Kedokteran.

“Nurani saya terpanggil untuk membenahi USK,” ujar Syamsulrizal usai mendaftar.

Di bawah kepemimpinannya, FKIP mencatatkan 15 program studi berakreditasi UNGGUL. Pencapaian itu menurutnya menjadi dorongan untuk memperluas kontribusi di level universitas.

Sebagai mantan birokrat daerah, Syamsulrizal menilai perubahan besar di kampus hanya bisa terjadi jika ada kebijakan strategis dari pucuk pimpinan. Dia menyatakan siap memperbaiki tata kelola internal, membenahi sarana dan prasarana, serta menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan guna kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan.

“Visi saya tidak muluk-muluk. Semua ingin USK jadi World Class University. Tapi kalau internal masih kupak-luyak, untuk apa sibuk mengejar internasional?” tegasnya.

Syamsul menggarisbawahi pentingnya optimalisasi aset sebagai bagian dari status PTN-BH USK. “Sudah saatnya USK memiliki aset yang bisa menghasilkan income generatif untuk kesejahteraan pegawai,” jelasnya.

Mantan Wakil Bupati periode 2012-2017 itu menegaskan, pemimpin USK ke depan harus berpikir menyeluruh dan mampu berkolaborasi lintas bidang. Dia mengutip falsafah Aceh: raseuki ngan tagagah, tuwah ngan tamita — rezeki datang bukan karena kuat, tapi karena diusahakan.

“Jangan sibuk kejar tungau di seberang lautan, sementara gajah di pelupuk mata tak tampak. Jangan sampai internal kita terbengkalai karena terlalu fokus pada ranking global,” ucapnya.

Pengalaman birokrasi Syamsulrizal diyakini bakal membantu memperbaiki sistem dan birokrasi kampus.

“Tahun-tahun pertama fokus benahi internal dulu. Setelah itu, mengejar status kampus global akan lebih mudah, apalagi jika didukung kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pusat,” pungkasnya. []

Berita Populer

Berita Terkait