Minggu, Februari 22, 2026

Di Depan Mualem, Mentan Tegaskan Segera Pulihkan Sawah Terdampak Banjir di Aceh

JAKARTA — Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk segera memulihkan sawah-sawah di Aceh yang rusak akibat banjir bandang. Penegasan itu disampaikan Amran di hadapan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dalam pertemuan yang membahas penanganan pascabencana dan pemulihan sektor pertanian.

Pertemuan berlangsung di kediaman Menteri Pertanian di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin, 22 Desember. Dalam kesempatan itu, Mualem menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas bantuan yang telah disalurkan kepada masyarakat Aceh, khususnya bantuan pangan pascabencana.

“Alhamdulillah, bantuan tersebut sudah diterima masyarakat dan sangat membantu di tengah kondisi sulit,” kata Mualem.

Baca juga:  Pertamina Proyeksi Kenaikan Kebutuhan LPG hingga 3,8 Persen saat Ramadan–Idul Fitri

Mualem menyebutkan sekitar 89 ribu hektare sawah di berbagai wilayah Aceh terdampak banjir bandang. Karena itu, ia berharap Kementerian Pertanian segera kembali turun ke Aceh untuk melakukan perbaikan agar aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan.

Selain perbaikan sawah, Mualem juga meminta dukungan bantuan lanjutan berupa pangan, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak bencana. Menurut dia, meski kebutuhan pangan relatif tercukupi, sejumlah kebutuhan mendesak lainnya masih diperlukan masyarakat.

Menanggapi hal itu, Amran menegaskan Kementerian Pertanian akan memastikan bantuan terus mengalir, baik dalam bentuk pangan maupun sarana dan prasarana pertanian. “Kami pastikan bantuan berjalan, mulai dari beras, minyak goreng, hingga alat dan mesin pertanian,” kata Amran.

Baca juga:  Kapolda Aceh Tinjau Lokasi Jembatan Putus di Bireuen, Pembangunan Bailey Dikebut

Dia menambahkan, pada Januari mendatang Kementerian Pertanian akan mengirimkan 10 unit alat dan mesin pertanian sesuai permintaan Pemerintah Aceh. Selain itu, kementeriannya akan melakukan pemulihan dan rekonstruksi sektor pertanian, termasuk perbaikan sawah yang rusak serta pendampingan petani, khususnya petani kopi di daerah terdampak.

“Kami akan turun langsung ke lapangan mulai Januari. Bantuan pangan sebanyak 10 ribu ton juga sudah tiba di Aceh, dan kami mengalokasikan anggaran Rp75 miliar untuk tiga provinsi terdampak, dengan dua pertiganya dialokasikan untuk Aceh,” ujar Amran. []

Berita Populer

Berita Terkait